Batu Bara l Redaksisatu.Id.batubara
Sebagai bentuk implementasi program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam upaya pencegahan peredaran narkotika di lingkungan pendidikan, Madrasah Aliyah (MA) Al Wasliyah Desa Pakam Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara menggelar kegiatan sosialisasi bahaya narkotika, Rabu (17/12).
Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah menghadirkan Dewan Pimpinan Cabang Generasi Anti Narkotika Nasional (DPC-GANN) Kabupaten Batu Bara sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi tentang bahaya penyalahgunaan narkotika.
Penyalahgunaan narkoba saat ini telah menjadi persoalan serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dampaknya tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga mengancam masa depan generasi muda. Oleh karena itu, sosialisasi sejak dini di lingkungan sekolah dinilai sangat penting sebagai langkah preventif.

Ketua DPC-GANN Kabupaten Batu Bara, Sami’an MRN, dalam keterangannya kepada media menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para pelajar mengenai bahaya narkoba, termasuk konsekuensi hukum yang dapat dihadapi apabila terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.
“Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada siswa-siswi mengenai bahaya narkoba, serta dampak hukum yang akan mereka hadapi jika terlibat dalam penyalahgunaan narkoba,” ungkap Sami’an.
Dalam kegiatan itu, Sami’an didampingi oleh jajaran pengurus internal DPC-GANN, diantaranya: Edy yang membidangi intelijen, Norma boru Siagian, serta Nazaruddin yang membidangi penyuluhan. Kehadiran tim DPC-GANN disambut langsung oleh Muhammad Aswan selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan.

Sebanyak 90 siswa-siswi mengikuti kegiatan sosialisasi, yang didominasi oleh pelajar kelas XII. Dalam paparannya, Sami’an menjelaskan pengertian narkoba serta jenis-jenisnya.
“Narkoba adalah zat alami maupun kimiawi yang apabila dimasukkan ke dalam tubuh, baik secara oral seperti: diminum, dihirup, dihisap, atau disedot, maupun melalui injeksi atau suntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati, perasaan, serta perilaku seseorang,” jelasnya.
Ia juga memaparkan beberapa jenis narkoba yang kerap disalahgunakan, antara lain: ganja (cannabis sativa), sabu (amphetamin), ekstasi, tembakau sintetis cap gorila, flakka, jamur halusinogen (magic mushroom), serta obat-obatan daftar G.
Sementara itu, Muhammad Aswan yang menjabat sebagai Ketua Bidang Kesiswaan MA Al Wasliyah Desa Pakam menyambut positif kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menilai kegiatan sosialisasi bahaya narkoba sejalan dengan program kesiswaan yang ada di sekolah.

“Kami menyambut positif kegiatan ini, karena juga merupakan bagian dari program kesiswaan kami. Kami berharap Pemerintah maupun organisasi terkait dapat lebih sering berkunjung ke sekolah-sekolah untuk memberikan arahan dan bimbingan kepada siswa-siswi tentang bahaya narkoba,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dan hubungan baik antara pihak sekolah dan DPC-GANN Kabupaten Batu Bara demi mewujudkan generasi muda yang sehat dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
“Semoga hubungan baik ini terus berjalan, sehingga bersama-sama kita dapat menciptakan generasi yang bebas dari narkoba,” pungkasnya. (RSB.03).

