Dairi, Redaksisatu.Id.batubara — Cobaan berat kembali menimpa warga setelah musibah kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk. Peristiwa amukan si jago merah ini menghanguskan sejumlah bangunan tempat tinggal warga setempat.
Musibah kebakaran hebat tersebut melanda area pemukiman di kawasan Jalan Tapanuli. Titik lokasi bencana berada tepat di sekitar area SPBU Naibaho, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Jumat sore, 18 September 2026. Kobaran api mulai membesar dan menggegerkan warga sekitar pada pukul 16.23 WIB.
Amuk si jago merah mengakibatkan lima unit rumah milik warga setempat hangus terbakar. Selain itu, dua unit bangunan lainnya terpaksa dibongkar demi mencegah kobaran api meluas ke pemukiman lain.

Petugas pemadam kebakaran segera bergerak cepat menuju lokasi musibah setelah menerima laporan dari masyarakat. Penanganan darurat dilakukan demi melokalisasi kobaran api yang terus membumbung tinggi.
UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Dairi mengerahkan sebanyak lima unit armada pantang mundur. Seluruh armada penjinak api diluncurkan secara langsung dari Pos Siaga Sidikalang.
Proses pemadaman di lapangan diperkuat oleh keterlibatan prajurit TNI dari jajaran Yonif TP 908. Karyawan PT Wahana bersama masyarakat sekitar juga ikut bersinergi memadamkan amukan si jago merah.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Dairi Amudi Situmeang memberikan rincian terkait upaya penanganan di lapangan. Petugas gabungan dan warga akhirnya berhasil menjinakkan kobaran api secara total pada pukul 17.48 WIB.
Mengenai pemicu utama timbulnya api, Amudi menyampaikan penjelasan singkat. Penyebab pasti dari musibah kebakaran tersebut masih berada dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Rincian lima unit rumah warga yang hangus terbakar telah didata oleh petugas lapangan. Bangunan tersebut milik keluarga M Manurung, Ramli Sianturi, serta keluarga Op Ramos Silaban bersaudara br Sihotang.
Dua rumah lainnya yang ikut hangus milik keluarga Laung Silaban bersaudara br Sinaga. Bangunan kediaman milik keluarga br Naibaho juga ikut menjadi korban dalam musibah ini.
Sementara itu, tindakan tegas pembongkaran dilakukan pada dua bangunan milik warga sekitar. Langkah ini diambil sebagai strategi darurat guna menghentikan penjalaran kobaran api yang kian ganas.
Dua tempat yang dibongkar yakni kediaman milik keluarga Hutauruk bersaudara br Sinaga. Bangunan loket Bus Bintang Utara juga ikut dibongkar demi mengamankan area sekitarnya.
Satu unit alat berat milik Dinas PUTR Kabupaten Dairi diterjunkan langsung ke lokasi kejadian. Alat berat ini difungsikan untuk merobohkan struktur bangunan yang berpotensi memperluas kobaran api.

Bupati Dairi menyampaikan rasa empati serta keprihatinan yang sangat mendalam atas bencana ini. Pesan belasungkawa tersebut disalurkan melalui Plt Kalaksa BPBD Dairi Erwin Sitorus.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta lebih teliti terhadap berbagai potensi ancaman pemicu bahaya kebakaran.
Bupati mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat menggunakan kompor dan instalasi listrik. Penggunaan gas, bahan bakar minyak, serta benda mudah terbakar lainnya wajib diawasi secara ketat.
Pemkab Dairi berencana menggelar evaluasi terhadap keberadaan aktivitas pedagang eceran BBM. Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi mitigasi dan pencegahan risiko kebakaran di masa depan.
Jajaran instansi terkait diinstruksikan untuk terus memantau kondisi terkini di lokasi pascakebakaran. Petugas diminta sigap mengambil tindakan cepat jika ditemukan potensi bahaya susulan.
Pemerintah Kabupaten Dairi mengajak warga untuk mempererat kepedulian serta kehati-hatian bersama. Upaya pencegahan sejak dini menjadi kunci utama demi menjamin keselamatan seluruh warga Dairi. (Win).
Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Dairi.

