Distribusi Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Berlanjut melalui Operasi Laut Bea Cukai

Aceh l Redaksisatu.Id.batubara

Upaya penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Aceh terus dilakukan melalui jalur laut untuk memastikan kebutuhan mendesak dapat segera terpenuhi. Pada Senin (01/12), Kapal Patroli Laut Bea Cukai BC 60001 yang membawa bantuan kemanusiaan dari program Kemenkeu Satu dan Bea Cukai Peduli tiba di perairan Langsa setelah menempuh perjalanan dari Tanjung Balai Karimun.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Bier Budy Kismulyanto pada Jumat 05 Desember 2025 mengatakan untuk mempercepat proses penyaluran, pada pagi harinya dilakukan pemindahan logistik melalui mekanisme ship-to-ship (STS) dari BC 60001 ke Kapal BC 30001. Proses ini dilaksanakan di perairan Langsa agar bantuan dapat segera dibawa ke darat dan diteruskan ke titik distribusi yang membutuhkan. “Bantuan tersebut mencakup bahan pangan, air minum, obat-obatan, dan perlengkapan darurat lainnya, yang dibutuhkan warga di masa tanggap darurat,” rincinya.

Kapal BC 30001 kemudian bertolak menuju dermaga Langsa untuk pendistribusian bantuan ke masyarakat terdampak, sekaligus membawa sebagian logistik untuk diteruskan ke Lhokseumawe yang juga mengalami dampak berat akibat banjir dan tanah longsor. Operasi laut ini menjadi jalur utama mengingat sejumlah akses darat masih terganggu akibat bencana.

Pada Selasa (02/12) pukul 04.22 WIB, Kapal BC 30001 tiba di Lhokseumawe dan langsung menyerahkan bantuan kepada posko yang telah disiapkan. Selanjutnya, pendistribusian dilakukan bersama unsur TNI guna memastikan penyaluran berlangsung tertib, aman, dan tepat sasaran.

Bier menegaskan komitmen Bea Cukai dalam mendukung langkah Pemerintah pada fase tanggap darurat. “Koordinasi lintas unit menjadi faktor penting agar bantuan dapat bergerak cepat ke wilayah yang paling membutuhkan,” katanya. Dengan keberlanjutan pendistribusian melalui jalur laut ini, diharapkan kebutuhan mendesak warga terdampak di Langsa dan Lhokseumawe dapat terpenuhi sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal. (Red/Rel).

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news