Gebrakan Program P4GN Jawa Timur Diperkuat Lewat Kolaborasi Strategis BNN dan Komisi A DPRD

Jakarta, Redaksisatu.Id.batubara — Gebrakan program P4GN Jawa Timur kini semakin dimatangkan demi melindungi masyarakat dari ancaman barang haram. Sekretaris Utama BNN RI Tantan Sulistyana bersama jajaran pejabat tinggi badan tersebut secara resmi menerima kunjungan kerja dari Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur. Pertemuan penting ini dilaksanakan di Ruang Soedirman, Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur pada hari Rabu, 24 Juni 2026.

Gebrakan program P4GN Jawa Timur ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Sri Wahyuni yang datang bersama Wakil Ketua Komisi A Agus Cahyono serta beberapa anggota dewan lainnya. Kunjungan kerja lintas instansi ini berfokus pada pembahasan mendalam mengenai taktik penguatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika di wilayah Jawa Timur.

pro

Sekretaris Utama Tantan Sulistyana membeberkan peta kondisi penanganan kasus narkoba di Jawa Timur. Pihak badan memaparkan data bahwa hingga tahun 2026 ini, baru terbentuk 18 BNN tingkat Kabupaten dan Kota. Jumlah tersebut setara dengan 47,38 persen dari total keseluruhan 38 wilayah kabupaten dan kota yang tersebar di Provinsi Jawa Timur.

Berdasarkan hasil pemetaan berkala, pihak berwenang berhasil mengidentifikasi adanya 20 kawasan yang masuk dalam zona rawan dengan status kategori Bahaya. Selain itu, terdapat 944 kawasan lain yang berada pada status kategori Waspada. Seluruh titik lokasi tersebut kini menjadi target utama dalam intervensi penegakan aturan serta pembinaan masyarakat.

Tantan menguraikan bahwa pihak lembaga memiliki program prioritas bernama Ananda Bersinar atau Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika. Kebijakan ini sengaja dirancang oleh Kepala BNN RI untuk melindungi masa depan anak muda sejak usia dini, mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga bangku perguruan tinggi.

pro

Langkah konkret ini dijalankan dengan menggandeng Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memasukkan materi edukasi anti narkoba langsung ke dalam kurikulum sekolah. Taktik ini dikombinasikan dengan pembentukan remaja teman sebaya sebagai penggerak perubahan, penguatan benteng pertahanan keluarga, serta pembentukan Desa Bersinar di pemukiman warga.

Selain mematangkan bidang pencegahan, pemberdayaan, dan rehabilitasi medis, pihak sekretariat utama juga menjabarkan hasil kerja nyata dalam ranah hukum, penangkapan jaringan pengedar, dan penguatan lembaga. Diskusi dua arah ini membedah berbagai tantangan baru di lapangan yang membutuhkan dukungan anggaran serta kebijakan dari pemerintah daerah.

Pihak DPRD Provinsi Jawa Timur menyatakan kesiapan penuh dan komitmen mereka untuk menyokong program pemberantasan narkoba secara berkelanjutan. Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan hubungan koordinasi antara legislator daerah dengan badan pusat terjalin semakin kuat demi mewujudkan lingkungan masyarakat yang bersih dari jeratan narkotika. (Red/Rel).

Sumber: Biro Humas dan Protokol BNN.

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news