Hadiri Latihan AEE dan ACE 2025 di Bandara Silangit, Bupati Tapanuli Utara Tegaskan Keselamatan Penerbangan Merupakan Prioritas Utama yang Tidak Bisa Ditawar Tawar

Tapanuli Utara l Redaksisatu.Id.batubara

Latihan Full Scale Airport Emergency Exercise (AEE) dan Airport Contingency Exercise (ACE) Tahun 2025 digelar di Lapangan Apron A PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII Silangit, Kamis (11/9/2025). Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si. menghadiri kegiatan latihan tersebut.

Latihan besar ini merupakan agenda nasional yang bertujuan untuk menguji dan memastikan kesiapsiagaan semua pihak dalam menghadapi situasi darurat penerbangan. Skenario simulasi mencakup penanganan keadaan darurat mulai dari evakuasi penumpang, penanganan medis, hingga pengendalian kebakaran pesawat.

Turut hadir dalam kegiatan itu unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tapanuli Utara, Plt. Asisten II, jajaran Otoritas Bandara, perwakilan maskapai penerbangan, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, Satpol PP, TNI, Polri, serta tim pemadam kebakaran yang berperan aktif dalam menjalankan simulasi terpadu.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditawar-tawar.

“Latihan ini adalah wujud nyata kesiapsiagaan kita. Dengan koordinasi yang baik antarinstansi, setiap prosedur penanggulangan darurat dapat berjalan efektif demi keselamatan semua pihak,” tegas Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa pelaksanaan latihan ini juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 53 Tahun 2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional, sekaligus ajang evaluasi menyeluruh terhadap sistem koordinasi, komunikasi, serta kecepatan respon darurat.

Bupati Tapanuli Utara pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, baik dari unsur pemerintah, aparat keamanan, tenaga medis, hingga komunitas penerbangan.

“Dengan latihan seperti ini, kita bukan hanya memperkuat kesiapan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap keamanan penerbangan di Bandara Silangit. Harapan kita, kegiatan ini menjadi agenda rutin yang terus ditingkatkan kualitasnya,” pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan evaluasi singkat dari tim pengawas serta arahan agar setiap kekurangan yang ditemukan dalam simulasi dapat segera diperbaiki demi meningkatkan standar keselamatan dan keamanan penerbangan di wilayah Tapanuli Utara dan sekitarnya. (Red/Rel).

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news