Jalan Putus, Warga Medang Deras Dipaksa Bertaruh Nyawa di Jembatan Darurat

Batu Bara l Redaksisatu.Id.batubara

Sudah hampir sebulan pasca banjir akhir November 2025, akses jalan utama Medang Deras, Acces Road Inalum Desa Lalang di Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara, menuju Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), masih rusak parah dan terputus, persisnya di Desa Nenassiam. Warga terpaksa menerima kenyataan pahit, tiga titik jalan amblas hanya ditambal jembatan darurat kayu, sementara titik lainnya rusak berat dan tak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Ironisnya, ruas jalan Acces road Inalum Desa Lalang yang menjadi urat nadi ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga itu berada di bawah kewenangan Dinas PUTR Provinsi Sumatera Utara (Sumut), namun hingga pertengahan Desember 2025, perbaikan permanen belum juga terlihat, Negara seolah hadir setengah hati.

Jembatan darurat yang terbuat dari papan kayu dengan lebar kurang dari satu meter menjadi ancaman nyata setiap hari, warga termasuk anak sekolah, harus mempertaruhkan keselamatan.

Pemandangan memilukan kerap terlihat, pelajar, khususnya perempuan, turun dari sepeda motor dan mendorong kendaraannya, bahkan meminta bantuan warga karena takut terjatuh, keselamatan publik seakan tak masuk daftar prioritas.

Warga Medang Deras, Mahrum, menyuarakan kegelisahan yang sama. “Ini satu – satunya akses masyarakat dan anak – anak sekolah, kalau dibiarkan, ekonomi warga pasti lumpuh,” katanya, Rabu (17/12/2025). Pernyataan ini bukan sekadar keluhan, tapi fakta yang sangat memilukan dan mengancam keselamatan masyarakat.

Camat Medang Deras, Sahrizal, S.H., mengungkapkan Pemerintah Kecamatan sudah berupaya, bahkan mengajukan permohonan bantuan material ke sejumlah perusahaan di kawasan Kuala Tanjung, namun hasilnya nihil.

Ketua DPC Pejuang Bravo Lima Kabupaten Batu Bara, Victor Oktovianus Saragih S.H., menyebut kondisi tersebut sebagai kegagalan kolektif, “Jika Pemerintah Pusat dan Provinsi belum bergerak, dan perusahaan juga diam, apakah rakyat harus patungan dulu agar bisa selamat melintas?” ujarnya tajam, dikutip dari salah satu media online.

Victor menegaskan, pembiaran berlarut bukan hanya soal infrastruktur, tetapi soal tanggung jawab negara dan kepedulian dunia usaha, selama jalan itu tak kunjung diperbaiki, warga Medang Deras akan terus hidup dalam risiko, bertaruh nyawa di atas papan kayu, sementara aktivitas ekonomi dan masa depan pendidikan anak – anak kian terancam.(zul).

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news