Jampidsus Kejagung Hormati Penyidikan Kasus Korupsi oleh Polri, Pastikan Tugas Tetap Berjalan Cepat

Jakarta, Redaksisatu.Id.batubara — Jampidsus Kejagung hormati penyidikan kasus korupsi oleh Polri demi menjaga integritas hukum serta memastikan opini di tengah masyarakat tidak berkembang menjadi salah. Sikap resmi dari lembaga Adhyaksa ini disampaikan langsung oleh Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah dalam konferensi pers di Gedung Bundar Kejaksaan Agung pada hari Jumat, 10 Juli 2026.

Jampidsus Kejagung hormati penyidikan kasus korupsi oleh Polri setelah maraknya berita dan informasi yang beredar terkait penegakan hukum oleh pihak kepolisian yang menyeret nama institusi kejaksaan beserta pejabatnya. Febrie memastikan bahwa semua tugas pokok dari jajaran Gedung Bundar mulai dari penyelidikan, penyidikan, penuntutan, hingga eksekusi barang bukti tetap berjalan cepat sesuai SOP.

Jampidsus Kejagung hormati penyidikan kasus korupsi oleh Polri dengan menegaskan bahwa lembaganya saat ini sedang fokus penuh menyelesaikan perkara besar yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Kejaksaan Agung memerlukan energi yang besar untuk mengusut tuntas masalah tata kelola pertambangan serta pengawasan program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Febrie mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyikapi setiap info yang beredar secara bijak berdasarkan fakta yang utuh demi mendapatkan pemahaman yang benar. Pihak kejaksaan sangat membutuhkan dukungan serta kepercayaan dari publik agar semua proses penegakan hukum korupsi di persidangan dapat diuji kebenarannya secara materiil dan formil.

Di sisi lain, tim gabungan dari Kortas Tipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dilaporkan baru saja melakukan rangkaian penggeledahan besar di 13 lokasi berbeda sejak hari Rabu, 8 Juli 2026 sampai Kamis, 9 Juli 2026 malam dini hari. Proses hukum ini berkaitan erat dengan dugaan kasus korupsi pengadaan batubara, PT ASABRI, dan PT Krakatau Steel.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membeberkan bahwa dalam penggeledahan di kafe de’Clan, penyidik menemukan barang bukti berupa sejumlah uang dalam bentuk mata uang dolar Singapura dan dolar AS. Selain itu, petugas kepolisian juga turut menggeledah sebuah tempat penukaran uang atau money changer guna mengamankan dokumen penting.

Lokasi terakhir yang digeledah oleh polisi adalah sebuah ruko di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, yang memakan waktu selama tiga jam. Dalam proses menggeledah lantai tiga ruko ke-13 tersebut, tim penyidik kepolisian bahkan harus memanggil bantuan ahli kunci serta didampingi oleh otoritas pengurus lingkungan setempat agar bisa masuk. (Sc).

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news