Batu Bara, Redaksisatu.Id.batubara — Kapal karam Pulau Salah Nama yang mengangkut puluhan wisatawan berhasil ditangani dengan cepat. Seluruh penumpang dilaporkan selamat setelah dievakuasi ke Pelabuhan Tanjung Tiram, Selasa (24/03/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.
Kapal karam Pulau Salah Nama terjadi di perairan Pulau Salah Nama. Kapal nelayan yang difungsikan sebagai kapal wisata itu membawa 64 penumpang dan 2 anak buah kapal (ABK) dari Pelabuhan Tanjung Tiram menuju lokasi wisata.
Para penumpang diketahui berasal dari dua daerah. Sebanyak 33 orang berasal dari Medan, terdiri dari 13 laki-laki dewasa, 11 perempuan dewasa, dan 9 anak-anak. Sementara 31 penumpang lainnya berasal dari Pekanbaru, Riau, dengan rincian 5 laki-laki dewasa, 9 perempuan dewasa, dan 17 anak-anak.
Kapal tersebut dinahkodai Dayat (50), warga Desa Padang Genting, dengan ABK Amirul Taufik (26), warga Labuhan Ruku.
Insiden bermula saat kapal dalam perjalanan menuju pulau. Tiba-tiba mesin mengalami kerusakan hingga mati total. Kondisi ini menyebabkan air laut masuk ke dalam kapal dan memicu kepanikan di antara penumpang.
Beruntung, posisi kapal saat itu tidak jauh dari daratan. Para penumpang langsung berupaya menyelamatkan diri dengan melompat ke laut dan berenang menuju pulau terdekat.
Tim Polairud yang menerima laporan langsung bergerak cepat. Kanit Markas Polairud Batu Bara, Hendrico P. Kaban, menyampaikan bahwa pihaknya mendapat informasi kejadian pada Senin (23/03/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Petugas kemudian berangkat menuju lokasi sekitar pukul 18.00 WIB menggunakan kapal patroli dan dibantu dua perahu nelayan. Saat tiba di lokasi, petugas menemukan kapal sudah karam, sementara seluruh penumpang telah berada di pesisir pulau dalam kondisi selamat.
Proses evakuasi pun dilakukan hingga seluruh korban berhasil dibawa kembali ke Pelabuhan Tanjung Tiram dengan aman. (OK.Zulfan).

