Jakarta l Redaksisatu.Id.batubara
Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Rabu siang hingga sore, (13/08/2025), menggelar Rapat Koordinasi bersama 5 (lima) Kementerian Teknis. Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Hari Murti (AHY) dan membahas sejumlah progres serta capaian kerja sampai dengan Agustus 2025 ditengah pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo telah berjalan kurang lebih 10 bulan.
Rakor dihadiri langsung Menteri terkait, yaitu:
1. Menteri PPN/Bappenas, Prof. @rachmatpambudy;
2. Menteri ATR/BPN Bapak @nusronwahid;
3. Menteri Perhubungan Bapak Dudy Purwagandi;
4. Menteri Transmigrasi Bapak @iftitahsulaiman;
5. Wamen @kemenkeu Bapak @Suahasil;
6. Wamen PKP Bapak @fahrihamzah;
7. Wamen ATR/BPN Bapak @ossydermawan;
8. Sekretaris Jenderal @kementerianpu Ibu Wida Nurfaida;
9. Plt. Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Kasuri;
10. Para pejabat eselon I dan eselon II dari lima Kementerian Teknis.
Dalam kesempatan itu, AHY menyatakan bahwa Rakor merupakan momentum yang tepat untuk melakukan monitoring, evaluasi, dan membahas hal-hal yang sudah baik untuk dilanjutkan, serta hal-hal yang masih terkendala oleh berbagai faktor, apakah faktor teknis, birokratis, regulasi, maupun pendanaan terhadap sejumlah proyek infrastruktur.

“Koordinasi dan integrasi antar kementerian dan lembaga adalah hal yang sangat penting, termasuk menyinkronkan agenda prioritas pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota”, tegas AHY saat memimpin Rakor.
Lebih lanjut, AHY menegaskan, saat ini kita harus memahami bahwa fiskal APBN kita terbatas, sementara prioritas kita banyak, mulai dari pertanian, energi, air, kualitas sumber daya manusia, termasuk pendidikan dan kesehatan.

AHY juga menyampaikan Visi Presiden Prabowo Subianto yaitu pembangunan infrastruktur harus berdampak nyata bagi masyarakat dengan mengubah paradigma dari “membangun sebanyak-banyaknya” menjadi “membangun yang tepat sasaran dan efisien”. (Red/Rel).

