Jakarta l Redaksisatu.Id.batubara
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menjadi salah satu pembicara pada sesi “Outlook Ekonomi dan Logistik Nasional” dalam acara The 4th Seminar on Indonesia Economic Outlook 2026 (IEO) yang diselenggarakan oleh Supply Chain Indonesia (SCI) di Jakarta, (7/10/2025).
Pada kesempatan tersebut, Amalia menyampaikan paparannya terkait Perkembangan Terkini Ekonomi Nasional Dan Regional, termasuk di dalamnya tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia, Produk Domestik Bruto (PDB), ekspor-impor, dan faktor lainnya yang memberikan kontribusi pada kondisi perekonomian. Lebih lanjut, Amalia menegaskan bahwa menerjemahkan angka statistik harus dilihat dari berbagai faktor serta keterkaitan tiap indikator untuk dapat memperoleh gambaran utuh yang akurat mengenai kondisi ekonomi Indonesia. ”Memahami ekonomi harus dengan data yang komprehensif, yang kemudian dilihat keterkaitan antarfaktor untuk bisa disimpulkan bagaimana sebenarnya denyut dari ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Mulai tahun 2025 ini, BPS berkomitmen untuk merilis angka PDRB Provinsi dan Kabupaten/Kota yang sebelumnya tahunan menjadi triwulanan, untuk memudahkan perumus kebijakan dalam mengevaluasi kinerja pertumbuhan ekonomi di daerahnya masing-masing. Di akhir pemaparannya, Amalia menyampaikan daerah-daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, yaitu: Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Kepulauan Riau. Mayoritas daerah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi memiliki struktur ekonomi yang ditopang oleh sektor manufaktur.
BPS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan data yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan strategis di berbagai sektor perekonomian. Pemahaman ekonomi yang berbasiskan data, diharapkan dapat memberikan gambaran yang akurat untuk perumusan kebijakan yang berdampak terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan. (Red/Rel).

