Yahukimo, Redaksisatu.Id.batubara — Koops TNI Habema berhasil melakukan evakuasi terhadap jenazah pilot pesawat PT AMA Air dengan nomor registrasi PK-RCY yang bernama Nicholas F Goselin. Pilot malang tersebut menjadi korban meninggal dunia dalam insiden penembakan yang terjadi di kawasan Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, pada hari Jumat, 3 Juli 2026.
Koops TNI Habema bergerak serentak untuk melakukan evakuasi korban sekaligus menerjunkan personel bersenjata guna melaksanakan penyisiran di lokasi. Aparat keamanan kini tengah melakukan pengejaran intensif terhadap kelompok pelaku yang bertanggung jawab atas penembakan pilot serta aksi pembakaran unit pesawat milik maskapai swasta tersebut.
Pihak komando militer merespons cepat laporan kejadian mengerikan ini dengan langsung menggelar Operasi Khusus Perebutan Cepat di wilayah bandara. Langkah taktis ini diambil agar pasukan bisa menguasai penuh dan mengamankan area lapangan terbang yang akan dijadikan sebagai pintu masuk utama bantuan pasukan serta logistik.

Koops TNI Habema juga menjalankan misi Search and Rescue atau SAR Taktis di bawah medan yang berat. Misi penyelamatan darurat ini dijalankan untuk mengambil jasad korban serta memberikan jaminan keamanan total bagi warga sipil setempat yang tinggal di sekitar lokasi kejadian agar tidak menjadi korban susulan.
Proses jalannya operasi militer ini didukung penuh oleh pengerahan dua unit helikopter jenis Caracal milik TNI. Semua pergerakan pasukan di lapangan dilaksanakan dengan tempo yang sangat cepat, terukur, serta terkoordinasi dengan baik mengingat wilayah pegunungan Papua memiliki tingkat kesulitan geografis yang sangat tinggi.
Wakil Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas gugurnya pilot PT AMA Air Nicholas F Goselin. Pihaknya menegaskan komitmen kuat jajaran TNI untuk terus menjaga kedaulatan serta memastikan situasi keamanan wilayah pedalaman tetap kondusif dari gangguan kelompok bersenjata.
Brigjen TNI Riyanto menambahkan bahwa prioritas utama dari tim gabungan adalah menyelamatkan korban, mengamankan lokasi bandara, melindungi masyarakat, serta mendukung proses penegakan hukum. Melalui kombinasi Operasi Khusus Perebutan Cepat dan SAR Taktis, pihak TNI memastikan seluruh proses evakuasi tuntas secara aman dan profesional. (Red/Rel).
Sumber: Puspen TNI.

