Medan, Redaksisatu.Id.batubara — Penumpang Stasiun Merbau mengalami lonjakan signifikan selama masa Angkutan Lebaran 2026. Kenaikan tercatat mencapai 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penumpang Stasiun Merbau meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran yang berlangsung pada 11 hingga 30 Maret 2026. Lonjakan ini menjadi indikator kuat bahwa transportasi kereta api semakin diminati masyarakat.
Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa peningkatan ini tidak hanya terjadi di stasiun besar, tetapi juga di stasiun antara seperti Stasiun Merbau yang berada di Desa Merbau Selatan, Kecamatan Merbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Berdasarkan data operasional, jumlah penumpang yang dilayani mencapai 4.493 orang. Angka ini naik dari tahun sebelumnya yang mencatat 3.877 penumpang pada periode yang sama.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kereta api menjadi pilihan utama masyarakat, baik untuk mudik, bersilaturahmi, maupun menjalankan aktivitas ekonomi selama masa libur Lebaran.
Stasiun Merbau memiliki peran penting sebagai penghubung mobilitas di kawasan perkebunan. Lokasinya yang strategis menjadikan stasiun ini sebagai akses utama bagi petani dan pelaku usaha menuju Kota Medan sebagai pusat ekonomi di Sumatera Utara.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Stasiun Merbau melayani delapan perjalanan Kereta Api Sribilah setiap hari selama masa Angkutan Lebaran. Rinciannya, empat perjalanan menuju Medan dan empat perjalanan menuju Rantauprapat.
Secara keseluruhan, hingga hari ke-20 masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Divre I Sumatera Utara telah melayani sebanyak 199.812 penumpang melalui 22 perjalanan kereta api setiap harinya.
Peningkatan ini menegaskan peran kereta api sebagai moda transportasi yang efisien dan andal dalam mendukung mobilitas masyarakat di Sumatera Utara selama momen penting seperti Lebaran. (Red/Rel).

