Batu Bara l Redaksisatu.id.batubara
Sultan Langkat Tengku Azwar Aziz Abdul Djalil Rahmatshah Alhajj Hari ini Minggu 27 Juli 2025 berkunjung ke Kabupaten Batu Bara tepatnya di kediaman Dato’ Ismail Dusun II Pematang Sijago Desa Kuala Tanjung Kecamatan Sei Suka.
Kunjungan Sultan Langkat tersebut merupakan ajang silaturahmi untuk memperkuat persatuan dan kesatuan Suku Melayu yang disambut oleh para Dato’ yang ada di Kabupaten Batu Bara.
Tiba sekitar Pukul 13.30 WIB, Sultan Langkat beserta rombongan disambut dengan atraksi pencak silat yang dilanjutkan acara tampung tawar, penyerahan cenderamata, pembacaan doa serta makan siang bersama.
Dalam amanatnya, Sultan Langkat menyampaikan banyak nasehat dan pesan pesan perjuangan. Hal yang paling ditekankan oleh Sultan Langkat adalah mengenai persatuan dan kesatuan Suku Melayu yang menurutnya sampai hari ini masih belum bisa diejawantahkan secara maksimal.
Dikatakan Sultan Langkat, Melayu bukan hanya sekedar sebagai suku (puak) tapi lebih dari itu Melayu merupakan sebuah bangsa yang ada dimana mana. “Pada kesempatan ini saya perlu sampaikan kepada saudara saudara semuanya, bahwa Melayu bukan hanya sekedar suku tapi lebih dari itu Melayu adalah sebuah bangsa yang besar yang tersebar luas di belahan dunia. Untuk itu mari kita perkokoh persatuan dan kesatuan diantara sesama suku Melayu jika kita ingin melihat Melayu sebagai bangsa yang besar”, ucap Sultan Langkat menegaskan.

Dipenghujung amanatnya, Sultan Langkat memberikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada Dato’ Ismail yang telah memprakarsai acara silaturahmi antara Kesultanan Melayu Langkat dengan para Dato’ dan Tengku Melayu yang ada di Kabupaten Batu Bara sembari Ia nya tidak lupa mengingatkan agar Suku Melayu di Kabupaten Batu Bara bersatu padu guna mengangkat harkat martabat Melayu di tengah perkembangan industri yang begitu pesat. “Saya menginginkan Suku Melayu di Kabupaten Batu Bara mampu menjadi tuan rumah di negerinya sendiri dengan capaian prestasi bahwa putra putri Melayu mampu menempati posisi posisi yang strategis baik pada instansi pemerintahan maupun pada instansi swasta seperti perusahaan perusahaan yang ada di Kabupaten Batu Bara.
Sementara itu, Dato’ Pagurawan peyandang gelar Setiawangsa II H. OK. Khairul Amri ketika ditemui Awak Media Redaksisatu.id.batubara menjelaskan maksud diadaknnya acara silaturahmi antara Kesultanan Melayu Langkat dengan para Dato’ dan Tengku Melayu yang ada di Kabupaten Batu Bara adalah fokus membicarakan masalah kekompakkan dan persatuan Suku Melayu.
Dipaparkan H. OK. Khairul Amri, kekompakkan dan persatuan diantara sesama Suku Melayu belum terwujud sesuai yang diharapkan. Makanya sebut H. OK. Khairul Amri, dalam berbagai kesempatan Suku Melayu kurang mampu untuk bersaing sehingga menempatkan Suku Melayu berada pada posisi yang marginal. Ironisnya ujar H. OK. Khairul Amri, tidak sedikit orang yang bersuku Melayu begitu dirinya sukses malu mengatakan kalau Ia adalah orang Melayu.
Namun demikian, H. OK. Kahirul Amri optimis seiring dengan semakin gencarnya para tokoh Melayu mengadakan kegiatan kegiatan silaturahmi maka kesadaran kelas orang orang Melayu akan tumbuh yang endingnya terwujudnya persatuan dan kesatuan Suku Melayu yang kuat dan melembaga.

Ismail sebagai Pemrakarsa acara silaturahmi antara Sultan Langkat dengan para Dato’ Melayu di Kabupaten Batu Bara kepada Awak Media Redaksisatu.id.batubara menyampaikan bahwa setelah acara ini, pihaknya akan mengadakan kegiatan yang lebih besar lagi yaitu pertemuan akbar Suku Melayu se-Wilayah Sumatera Timur. Untuk merealisasikan obsesinya itu, Ismail mengaku akan bekerja cepat dengan melibatkan banyak pihak agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sukses dan meriah.
Sekedar untuk diketahui, di sela sela acara silaturahmi bersama Sultan Langkat, diadakan kegiatan penyerahan cenderamata berupa keris dari peserta temu akbar Suku Melayu yang digelar baru baru ini di Indrapura kepada Dato’, Pagurawan penyandang gelar Setiawangsa II H. OK. Khairul Amri.
Setelah acara silaturahmi selesai, Sultan Langkat melanjutkan perjalanan yaitu mengunjungi Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung dan berziarah ke meriam puntung pantai Desa Kuala Indah. (SH).

