Jakarta, Redaksisatu.Id.batubara — Stabilitas Keuangan KSSK menjadi fokus utama dalam rapat tingkat tinggi yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (27/07/2026). Pertemuan ini diselenggarakan untuk memantapkan koordinasi antarotoritas demi menjaga ketahanan ekonomi nasional dan meningkatkan kepercayaan pasar.
Sinergi lembaga keuangan tersebut ditegaskan oleh Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti usai mengikuti rapat. Pihaknya menyatakan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) berkomitmen penuh mendukung arah kebijakan pemerintah lewat penyelarasan langkah antara BI, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Stabilitas nilai tukar rupiah kini ditempatkan sebagai prioritas tertinggi dalam arah kebijakan moneter bank sentral. Guna memastikan kondisi pasar tetap aman, Bank Indonesia akan terus hadir dan mengawal pergerakan mata uang melalui pemanfaatan berbagai macam instrumen moneter.
Kebijakan daya tarik modal asing juga terus dipacu demi memperderas arus investasi masuk ke dalam negeri. Sejalan dengan keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Juli, BI konsisten memberikan kemudahan insentif bagi investor luar negeri, salah satunya melalui pemotongan biaya hedging. (Red/Rel).
Sumber: BPMI Setpres.

