Medan, Redaksisatu.Id.batubara — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa berdirinya prasasti Kota Tangguh di tanah Medan bukan sekadar monumen batu biasa. Tugu peringatan ini merupakan simbol hidup dari jalinan kerja sama, hubungan erat, serta ikatan yang sangat kuat antar-pemerintah kota di seluruh Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin acara peresmian monumen yang dirangkaikan dengan aksi penanaman 120 bibit pohon di kawasan Taman Cadika pada hari Kamis, 2 Juli 2026.
Wali Kota Medan Rico Waas meresmikan bangunan ikonik ini selaku tuan rumah penyelenggara Rapat Kerja Nasional atau Rakernas APEKSI XVIII. Prosesi peresmian tugu dilakukan melalui penandatanganan berkas dan pemotongan pita secara bersama-sama dengan Ketua Dewan Pengurus APEKSI yang juga menjabat sebagai Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Bagian menarik dari tugu setinggi 2,5 meter dan lebar 2 meter ini adalah adanya ukiran nama-nama dari 98 Wali Kota se-Indonesia.

Kehadiran nama para pemimpin daerah di tugu tersebut menurut Wali Kota Medan Rico Waas menandakan bahwa para kepala daerah telah datang ke Kota Medan untuk menanam kebaikan demi masa depan generasi penerus. Pihak pemda menaruh harapan besar agar tugu Kota Tangguh ini bisa menjadi pengingat abadi bahwa seluruh pemerintah kota di tanah air mempunyai visi dan semangat yang sama dalam memajukan negara kesatuan Republik Indonesia.
Rico Waas juga menambahkan bahwa seluruh daerah di Indonesia merupakan satu kesatuan bangsa yang harus saling memberikan dukungan dan saling menguatkan satu sama lain. Beliau berharap di masa yang akan datang, para Wali Kota dari berbagai wilayah bersedia untuk kembali mengalirkan kunjungan ke Kota Medan guna bernostalgia dan mengenang kembali momen kebersamaan yang sudah terajut dengan indah ini.

Agenda peresmian tugu ini berjalan dengan lancar serta dihadiri oleh sejumlah tokoh penting nasional dan daerah. Beberapa pejabat yang tampak mendampingi di lokasi acara antara lain Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, serta Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman. Kehadiran para pejabat teras ini semakin menambah kekhidmatan acara di Taman Cadika.
Pihak panitia pelaksana juga sukses melakukan aksi penghijauan lingkungan dengan menanam sebanyak 120 bibit pohon produktif dan peneduh di sekitar lokasi taman. Rincian tanaman yang ditanam terdiri dari pohon kenanga sebanyak 23 batang, pohon tabebuya pink sebanyak 20 batang, pohon rambutan sebanyak 15 batang, pohon mangga sebanyak 20 batang, pohon duku sebanyak 15 batang, pohon jambu bol sebanyak 15 batang, serta pohon trembesi sebanyak 12 batang. (Red/Rel).
Sumber: Dinas Kominfo Kota Medan.

