Simalungun, Redaksisatu.Id.batubara — Wisatawan naik 40 persen di kawasan Danau Toba mendorong pengawasan ketat di jalur penyeberangan. Kapolres Simalungun, Marganda Aritonang, turun langsung mengecek Pelabuhan Kapal Atsari di Parapat, Jumat (19/03/2026).
Wisatawan naik 40 persen menjadi perhatian utama dalam pengecekan tersebut. Kapolres menegaskan pentingnya memastikan seluruh alat keselamatan, seperti life jacket dan life buoy, dalam kondisi layak pakai guna mencegah kecelakaan di perairan Danau Toba.
Pengecekan dilakukan sejak pukul 12.00 WIB hingga selesai. Hal ini disampaikan Kasi Humas Polres Simalungun, Verry Purba, saat dikonfirmasi Sabtu sore (21/03/2026).

Menurutnya, lonjakan jumlah wisatawan membutuhkan perhatian ekstra, khususnya dalam aspek keselamatan penumpang kapal.
Kapolres memberikan instruksi tegas kepada petugas pelabuhan agar selalu memeriksa kondisi fisik alat keselamatan. Ia mengingatkan agar tidak ada pelampung yang sobek, bocor, atau rusak.
Alat keselamatan seperti life jacket dan life buoy disebut sebagai perlengkapan utama untuk mencegah korban tenggelam saat kondisi darurat. Karena itu, kelayakannya wajib dipastikan setiap saat.
Selain itu, Kapolres juga mengingatkan agar tidak terjadi kelebihan muatan atau overload pada kapal. Menurutnya, muatan berlebih sangat berbahaya karena dapat membuat kapal tidak seimbang dan berisiko mengalami kecelakaan, terutama saat cuaca buruk.
Pengawasan tidak hanya difokuskan pada alat keselamatan, tetapi juga pada ketertiban penyeberangan. Kapolres meminta petugas memastikan jadwal keberangkatan kapal tersedia setiap jam agar pelayanan kepada masyarakat tetap lancar.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres juga berinteraksi langsung dengan para wisatawan. Ia memberikan edukasi tentang prosedur keselamatan selama berada di atas kapal.
Kepada masyarakat, Kapolres mengimbau untuk memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 jika menemukan kejadian darurat atau membutuhkan bantuan kepolisian.

Imbauan ini dinilai penting seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang berpotensi meningkatkan risiko kejadian di lapangan.
Pengecekan ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Toba 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Simalungun.
Pelabuhan Atsari sendiri menjadi salah satu titik penting penyeberangan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, menuju berbagai destinasi di kawasan Danau Toba.
Hingga saat ini, kondisi di pelabuhan terpantau aman dan kondusif. Aktivitas penyeberangan berjalan lancar meskipun terjadi peningkatan jumlah wisatawan yang signifikan.
Petugas pelabuhan juga menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan keselamatan dan memastikan tidak ada pelanggaran kapasitas muatan. (WS).
Sumber: Humas Polres Simalungun.

