Jakarta – Stok BBM nasional menjadi sorotan setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut cadangan bahan bakar minyak di Indonesia hanya cukup sekitar 21 hari. Pernyataan tersebut memicu perhatian publik dan kalangan legislatif terkait ketahanan energi nasional.
Komisi XII DPR RI berencana memanggil Bahlil Lahadalia untuk memberikan penjelasan secara langsung mengenai kondisi stok BBM nasional tersebut. Pemanggilan akan dilakukan setelah masa reses DPR RI berakhir dan memasuki masa sidang berikutnya.
Anggota Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa pembahasan terkait ketahanan energi nasional akan menjadi agenda penting dalam rapat mendatang. Menurutnya, isu mengenai cadangan BBM yang disebut hanya cukup sekitar 21 hingga 25 hari memang sudah menjadi perhatian serius di kalangan DPR.
Putri menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat sistem ketahanan energi nasional. Salah satu upaya yang sedang dipertimbangkan adalah menambah kapasitas fasilitas penyimpanan BBM di dalam negeri.
Ia menilai kapasitas penyimpanan BBM nasional saat ini masih terbatas. Karena itu, pemerintah berencana membangun fasilitas penyimpanan baru dengan kapasitas yang lebih besar agar cadangan energi nasional dapat lebih kuat menghadapi berbagai kondisi darurat.
Menurut Putri, salah satu wilayah yang sedang dipertimbangkan sebagai lokasi pembangunan fasilitas penyimpanan BBM baru adalah Pulau Sumatera. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Di sisi lain, pihak Pertamina memastikan bahwa kondisi pasokan BBM nasional saat ini masih aman dan terkendali. Penjelasan tersebut disampaikan oleh anak usaha Pertamina yang mengelola distribusi energi.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa angka stok sekitar 21 hari yang ramai dibahas di publik merupakan stok operasional dalam sistem logistik energi nasional.
Menurutnya, stok operasional tersebut bersifat dinamis karena pasokan BBM terus diperbarui melalui produksi kilang dalam negeri maupun impor yang telah direncanakan sebelumnya. Dengan sistem pasokan yang terus berjalan, ketersediaan BBM nasional tetap terjaga.
Roberth juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar minyak. Ia menegaskan bahwa sistem distribusi energi nasional dirancang untuk memastikan pasokan BBM tetap stabil dan tersedia bagi masyarakat. (Red/Rel).

