Jakarta — Keamanan siber nasional menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Keamanan Siber dan Sandi Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Kegiatan ini digelar di Auditorium dr. Roebiono Kertopati, Kantor BSSN Sawangan, Jakarta, Kamis (12/03/2026).
Keamanan siber nasional menjadi isu penting yang terus mendapat perhatian pemerintah. Melalui rapat koordinasi ini, BSSN berupaya memperkuat kerja sama dan sinergi antara berbagai instansi dalam menghadapi ancaman di ruang siber yang terus berkembang.
Rakor keamanan siber nasional tersebut diawali dengan pembukaan acara serta laporan dari Ketua Panitia HUT ke-80 BSSN, Taufik Arianto. Kegiatan ini menjadi wadah komunikasi strategis bagi berbagai lembaga pemerintah untuk membahas langkah penguatan sistem keamanan siber Indonesia.

Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya koordinasi yang kuat antarinstansi. Menurutnya, ancaman di dunia siber terus mengalami perkembangan sehingga membutuhkan kerja sama lintas lembaga untuk menghadapinya secara efektif.
Rakor keamanan siber nasional kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dan diskusi yang dipandu oleh Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN, Dr. Sulistyo. Dalam forum tersebut hadir sejumlah narasumber dari lembaga strategis negara.
Beberapa narasumber yang memberikan pemaparan antara lain Deputi Bidang Intelijen Siber Badan Intelijen Negara (BIN) Irjen Pol. Dr. Heri Armanto Sutikno serta Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi BSSN Mayjen TNI Bondan Widiawan.
Rakor keamanan siber nasional ini juga dihadiri oleh berbagai perwakilan kementerian dan lembaga pemerintah. Di antaranya Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Pertahanan, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Keuangan, serta sejumlah perwakilan pemerintah daerah.
Diskusi dalam forum tersebut membahas berbagai dinamika ancaman siber yang berpotensi mengganggu keamanan nasional. Selain itu, peserta juga membahas langkah strategis untuk meningkatkan koordinasi serta memperkuat sistem perlindungan terhadap ruang siber nasional.

Melalui forum koordinasi ini diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat antarinstansi dalam menjaga keamanan siber Indonesia. Kolaborasi lintas lembaga dinilai menjadi kunci penting untuk menghadapi berbagai tantangan keamanan digital di masa depan.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan forum koordinasi selesai, acara ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat hubungan kerja sama antar peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut. (Red/Rel).
Sumber: Humas BSSN RI.

