Kemenko Polkam Gelar Rakor Kesiapan Mudik Lebaran

Jakarta — Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat mulai mematangkan strategi pengamanan transportasi menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah antisipatif ini ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Pengamanan Transportasi Arus Mudik dan Arus Balik Periode Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (20/02/2026).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Asdep Koordinasi Penanganan Konflik dan Keamanan Transportasi, Yade Setiawan Ujung ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektoral, mulai dari Kementerian Perhubungan, Polri, TNI, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum, Komite Nasional Keamanan Transportasi (KNKT), Kementerian Komdigi, BNPT, serta BIN.

kemenko

Dalam sesi pembukaan, Ujung menyoroti bahwa lonjakan mobilitas masyarakat saat Lebaran bukan hanya fenomena budaya, tetapi juga penggerak roda ekonomi yang signifikan. Namun, besarnya volume pergerakan ini membawa risiko keamanan dan keselamatan yang tinggi jika tidak dikelola dengan kebijakan yang presisi.

“Kita memahami bersama libur Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum meningkatnya mobilitas masyarakat dikarenakan tradisi mudik dan silaturahmi ke kampung halaman. Pergerakkan masyarakat tersebut juga berdampak pada peningkatan aktifitas ekonomi secara besar-besaran. Oleh karena itu, diperlukan strategi kebijakan yang memastikan negara hadir sepenuhnya dalam menjamin keamanan, kenyamanan, dan keselamatan masyarakat”, terang Ujung.

kemenko

Dalam pertemuan itu, beberapa poin yang dibahas meliputi kesiapan pengamanan transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian, termasuk penguatan manajemen lalu lintas, kesiapan sarana dan prasarana, pengamanan simpul transportasi, serta langkah mitigasi potensi gangguan keamanan dan keselamatan. Selain itu, dibahas pula optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung pemantauan arus pergerakan masyarakat dan penyebaran informasi kepada publik secara cepat dan akurat.

Lebih lanjut Ujung memaparkan proses pengamanan nantinya akan melibatkan ribuan personel gabungan yang tersebar di berbagai pos pelayanan dan pos pengamanan. “Dengan koordinasi yang solid, diharapkan arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 dapat berjalan lebih aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” tutup Ujung. (Red/Rel).

Sumber: Kemenko Polkam RI.

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news