Operasi Ketupat Seulawah 2026 Diperiksa Langsung, Kapolda Aceh Tinjau Pos Pelayanan Mudik di Banda Aceh

Banda Aceh, Redaksisatu.Id.Batubara — Operasi Ketupat Seulawah 2026 menjadi perhatian serius jajaran Kepolisian Daerah Aceh menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah. Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. turun langsung meninjau kesiapan pos pelayanan mudik di wilayah Kota Banda Aceh, Selasa (17/03/2026).

Peninjauan Operasi Ketupat Seulawah 2026 dilakukan di dua lokasi utama, yaitu Pos Pelayanan yang berada di depan Masjid Raya Baiturrahman serta Posko Terpadu Terminal Batoh. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan personel, sarana pendukung, serta sistem pelayanan bagi masyarakat selama arus mudik Lebaran.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh didampingi sejumlah pejabat utama Polda Aceh. Di antaranya Karoops Polda Aceh, Dirlantas Polda Aceh, Dirpamobvit Polda Aceh, serta Kapolresta Banda Aceh yang ikut mendampingi proses pengecekan di lapangan.

operasi

Saat melakukan pengecekan di Pos Pengamanan Masjid Raya Baiturrahman, Kapolda Aceh memeriksa kesiapan personel gabungan dari berbagai instansi. Ia juga meninjau kelengkapan administrasi, termasuk buku mutasi yang digunakan untuk mencatat seluruh aktivitas pengamanan selama operasi berlangsung.

Kapolda menegaskan bahwa setiap laporan kegiatan yang dibuat oleh personel tidak boleh bersifat umum. Menurutnya, laporan harus menggambarkan secara jelas aktivitas operasional di lapangan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing personel yang terlibat dalam pengamanan.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Posko Terpadu Terminal Batoh. Di lokasi ini, Kapolda Aceh memberikan arahan terkait penyusunan panel data operasi yang menjadi bagian penting dalam pengendalian kegiatan di lapangan.

Ia menekankan bahwa data operasi tidak boleh hanya mengambil informasi secara umum dari tingkat pusat. Data tersebut harus disesuaikan dengan kondisi wilayah, karakteristik daerah, serta potensi kerawanan yang mungkin terjadi di Banda Aceh.

operasi

Kapolda Aceh juga menyoroti pentingnya pemetaan terhadap berbagai titik rawan yang berpotensi menimbulkan gangguan selama arus mudik. Beberapa di antaranya seperti kemacetan lalu lintas, kecelakaan, balap liar, hingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia menginstruksikan seluruh personel yang bertugas agar mengoptimalkan kegiatan preemtif dan preventif. Selain itu, deteksi dini dan patroli rutin terutama pada jam-jam rawan juga harus ditingkatkan untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan.

Kapolda juga meminta petugas di lapangan untuk segera menangani potensi gangguan seperti praktik percaloan, aksi pencopetan, serta keberadaan taksi ilegal yang dapat merugikan masyarakat.

Melalui peninjauan ini, Polda Aceh menegaskan komitmennya dalam memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 berjalan maksimal. Dengan kesiapan tersebut, diharapkan masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik Idul Fitri dengan aman, tertib, dan nyaman. (Red/Rel).

Sumber: Humas Polda Aceh.

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news