Laguboti, Redaksisatu.Id.batubara — IT Del Kalbe Farma menjadi sorotan setelah Institut Teknologi Del (IT Del) menerima kunjungan resmi dari Direktur Kalbe Farma, Sie Djohan, bersama jajaran manajemen perusahaan. Pertemuan ini membahas peluang kerja sama strategis antara dunia pendidikan dan industri, khususnya dalam pengembangan riset herbal di Indonesia.
Kunjungan Kalbe Farma ke IT Del tersebut disambut langsung oleh jajaran pimpinan kampus, yakni Rektor IT Del Prof. Dr. Arnaldo Marulitua Sinaga, S.T., M.InfoTech., Wakil Rektor III Bidang Kemitraan, Inovasi, dan Kewirausahaan Ellyas Alga Nainggolan, S.TP., M.Sc., Ph.D., serta tim Pusat Penelitian dan unit terkait lainnya.

Sebelum memasuki agenda diskusi utama, rombongan Kalbe Farma terlebih dahulu mengunjungi Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) IT Del yang berlokasi di Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan. Kunjungan ini menjadi sarana untuk melihat langsung potensi riset tanaman herbal yang sedang dikembangkan oleh IT Del.
IT Del Kalbe Farma kemudian melanjutkan pertemuan di kampus IT Del dengan agenda pembahasan kerja sama penelitian. Diskusi tersebut masih berada pada tahap penjajakan awal, namun kedua pihak membuka peluang untuk kolaborasi yang lebih luas di masa depan. Rencana kerja sama resmi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) juga mulai dibahas.
Rektor IT Del, Prof. Arnaldo Marulitua Sinaga, menyampaikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri sangat penting dalam mendorong inovasi. Ia menegaskan bahwa IT Del siap berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Kalbe Farma, Sie Djohan, menekankan pentingnya kerja sama yang tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan. Ia berharap kolaborasi yang dibangun dapat berlanjut hingga implementasi nyata dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi sektor kesehatan.
Pertemuan IT Del Kalbe Farma ini diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya kerja sama berkelanjutan, khususnya dalam riset herbal yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Kolaborasi ini juga dinilai dapat memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri dalam menciptakan inovasi berbasis penelitian. (Red/Rel).

