Program MBG Presiden Prabowo Subianto Dongkrak Pendapatan Petani Buah Melon dan Semangka di Serdang Bedagai

Serdang Bedagai, Redaksisatu.Id.batubara — Program MBG atau Makan Bergizi Gratis terbukti membawa dampak yang sangat menguntungkan bagi roda perekonomian para produsen pangan lokal. Para petani buah melon dan semangka di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai atau Sergai kini merasakan langsung manfaat positif tersebut. Gagasan besar dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ini sukses membuat sektor pertanian di daerah menjadi jauh lebih bergairah.

Program MBG dari pemerintah pusat ini menjadi angin segar yang menghapus kecemasan para petani terkait rantai distribusi barang. Pengakuan tersebut diutarakan langsung oleh seorang petani melon dan semangka asal Sergai bernama H. Boirin. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani Jaya Kerapuh ini merupakan warga asli dari Desa Kerapuh, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis, 25 Juni 2026.

H. Boirin mengungkapkan bahwa kehadiran program penyediaan makanan bernutrisi ini membuat dirinya menjadi jauh lebih bersemangat untuk mengolah lahan pertanian. Dirinya kini tidak perlu lagi merasa kebingungan atau kesulitan untuk menjual seluruh hasil bumi ketika masa panen telah tiba. Para petani setempat tinggal menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pihak pengelola dapur Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.

Sistem penjualan hasil panen lewat jalur kemitraan ini diakui jauh lebih praktis dan menguntungkan dari segi finansial. Selain proses pemasaran buah melon dan semangka yang menjadi sangat mudah, angka jual yang dipatok oleh pihak dapur SPPG juga tergolong tinggi. H. Boirin mencontohkan catatan transaksi dari hasil panen buah pada bulan lalu sebagai bukti nyata keuntungan yang mereka dapatkan.

pro

Pada masa panen bulan kemarin, buah melon kualitas bagus dihargai sebesar Rp 10.000 per kilogram, sedangkan untuk buah semangka dihargai sebesar Rp 8.000 per kilogram dengan sistem harga borongan atau harga cong. Pihak petani menegaskan bahwa seluruh hasil panen yang dikirimkan tersebut wajib memenuhi standar mutu serta kualitas yang telah ditentukan oleh manajemen dapur SPPG.

Keuntungan finansial yang stabil sejak menjalin kerja sama dengan dapur penyedia makanan tersebut membuat area pertanian berkembang pesat. H. Boirin kini mampu memperluas wilayah tanam buahnya secara signifikan di lapangan. Luas lahan produktif miliknya kini sudah bertambah dan mencapai 4 hektar untuk komoditas melon, serta seluas 6 hektar khusus untuk tanaman semangka.

Catatan angka produksi pertanian di wilayah tersebut juga mengalami lonjakan yang sangat drastis dan luar biasa. Sebelum adanya program jaminan pangan dari presiden ini, hasil produksi melon dan semangka milik kelompok tani mereka hanya berkisar antara 3 ton sampai 4 ton saja. Namun, setelah program nasional tersebut berjalan, angka produksi buah melon dan semangka melonjak tajam hingga menyentuh angka 30 ton sampai 50 ton.

Peningkatan kapasitas produksi pertanian ini secara otomatis ikut membawa dampak baik bagi sektor ketenagakerjaan di lingkungan sekitar. Usaha perkebunan buah ini mampu menyerap dan memberdayakan puluhan tenaga kerja baru dari warga desa setempat. Lapangan pekerjaan baru di area perkebunan tersebut kini didominasi oleh para ibu rumah tangga atau IRT yang tinggal di sekitar lokasi.

Melihat banyaknya dampak baik yang tercipta, para petani sangat berharap agar program pemenuhan gizi ini terus dipertahankan dan berjalan dalam jangka panjang. Manfaat besar dari kebijakan ini terbukti tidak hanya menyasar para pelajar sekolah sebagai penerima makanan, melainkan juga berimbas langsung pada pertumbuhan ekonomi pelaku usaha serta masyarakat luas.

Para kelompok tani di Sergai menyatakan dukungan penuh mereka kepada Presiden Prabowo Subianto agar kebijakan ini terus digulirkan secara berkelanjutan. Langkah nyata ini dinilai sudah teruji mampu memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat di pedesaan. H. Boirin sendiri saat ini tercatat telah resmi mengikat kerja sama dengan beberapa unit dapur SPPG yang tersebar di wilayah Sergai demi menyuplai kebutuhan buah harian. (Rasum).

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news