Toba, Redaksisatu.Id.batubara — Destinasi wisata berkelanjutan di kawasan Danau Toba kini terus digenjot pembangunannya melalui kerja sama erat berbagai pihak. Guna mewujudkan impian tersebut, sebuah forum diskusi terarah atau Focus Group Discussion digelar secara resmi. Agenda berwawasan lingkungan ini dilaksanakan bertempat di Kantor BPODT, Toba Caldera Resort, Desa Pardamean Ajibata, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba pada hari Kamis, 25 Juni 2026.
Destinasi wisata berkelanjutan yang berkelas dunia tersebut menjadi fokus pembahasan utama dalam forum yang bertajuk SDM Unggul Menuju Destinasi Wisata Berkelanjutan. Komandan Koramil 11/Girsang Sipangan Bolon Kodim 0207/Simalungun Kapten Inf P. Sitorus hadir secara langsung untuk mengawal jalannya acara bersama dengan jajaran instansi pemerintahan daerah.
Selain dari unsur militer, kegiatan ini juga diikuti oleh kalangan akademisi kampus, para pemuka tokoh masyarakat, aparat kepolisian, serta segenap pemangku kebijakan di wilayah sekitar Danau Toba. Pertemuan ilmiah yang berjalan penuh dengan gagasan segar ini dipakai sebagai tempat untuk menyatukan pola pikir dalam meningkatkan keahlian warga lokal sebagai modal utama penataan sektor pelesiran yang tangguh.
Runtutan acara dimulai dengan pendengaran kata sambutan dari Ketua Panitia Dr. Jupiter Sitorus Pane. Acara dilanjutkan dengan pemaparan pandangan dari Ketua KMDT St. Edison Manurung, Plt. Direktur Utama BPODT Arditama Nusantara Putra, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Drs. Reza Fahlevi, serta anggota DPD RI yang sekaligus menjabat Dewan Penasehat KMDT K.H. Muhammad Nuh.

Pada sesi perundingan gelombang pertama yang dipandu oleh Irjen (Purn) Pol. Dr. Drs. Richard M. Nainggolan, para peserta mengupas tuntas rupa-rupa masalah mendasar di lapangan. Hal yang dibahas meliputi cara membentuk pekerja wisata yang ahli serta cekatan, penerapan sistem liburan yang ramah alam, hingga penerapan gerakan dan konsep Green Lake atau Danau Hijau guna menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Sementara itu, jalannya diskusi pada sesi kedua lebih menitikberatkan pada besarnya andil lembaga sekolah dan perkuliahan dalam menyokong industri pariwisata. Pemateri menyampaikan materi seputar cara mengasah keahlian warga dalam hal keramahtamahan atau hospitality, penguasaan kemampuan bahasa asing, pengurusan dokumen sertifikat profesi, pemahaman dunia digital, hingga pengenalan status Geopark Kaldera Toba sebagai warisan dunia. (Ramlan Purba).
Sumber: Penerangan Kodim 0207 Simalungun.

