Simalungun, Redaksisatu.Id.batubara — Waka Polres Simalungun Kompol Imam Alriyuddin turun langsung ke lapangan untuk memimpin jalannya operasi pengamanan berskala besar. Langkah sigap dari unsur pimpinan kepolisian ini dilakukan guna mengawal jalannya acara pembukaan Sinode Besar 2026 Gereja Pentakosta Indonesia yang dihadiri oleh pejabat negara tingkat menteri serta ribuan umat.
Waka Polres Simalungun mengambil alih komando pengamanan ini sebagai bentuk pelayanan yang jujur dan ramah kepada warga. Kabar mengenai pengerahan pasukan keamanan ini dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba saat memberikan keterangan kepada media pada hari Jumat, 3 Juli 2026, sekitar pukul 22.10 WIB.
Jadwal pelaksanaan Pembukaan Sinode Besar 2026 Gereja Pentakosta ini dilangsungkan pada hari Jumat, 3 Juli 2026, mulai pukul 14.15 WIB sampai selesai. Tempat ibadah yang menjadi pusat kegiatan ini berlokasi di Gereja Pentakosta Indonesia atau Gedung Rajawali, Jalan Asahan KM 4, Simpang Rambung Merah, Pematang Siantar, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Kompol Imam Alriyuddin sengaja mengawasi langsung penjagaan di lokasi karena melihat banyaknya jumlah tamu penting yang hadir di acara keagamaan ini. Fokus penjagaan diperketat mengingat adanya kedatangan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono atau yang akrab dipanggil Menko AHY.
Selain kedatangan Menko AHY, acara besar ini juga dihadiri oleh Anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum PERKUPI Pdt. Sabam Sinaga. Tampak hadir pula Staf Khusus Kemenko Infrastruktur Agust Jovan Latuconsina, serta pimpinan tertinggi umat yaitu Ketua Gereja Pentakosta Indonesia Rev. M.H. Siburian.
Sejumlah pimpinan daerah dari berbagai wilayah di Sumatera Utara juga terlihat ikut berkumpul di dalam gedung acara. Beberapa pejabat yang hadir yaitu Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, serta Bupati Humbang Hasundutan Oloan Paniaran Nababan.
Sementara itu, untuk perwakilan dari Kabupaten Toba dihadiri oleh Staf Ahli Darwin Sianipar, dan perwakilan dari Kabupaten Samosir diwakili oleh Tunggul Sinaga. Melihat banyaknya tokoh penting serta kehadiran sekitar 1.000 jemaat, polisi langsung menempatkan anggota di setiap sudut jalan dan pintu masuk strategis.
Pihak Polres Simalungun ingin menjamin bahwa seluruh jemaat dan para tamu undangan bisa mengikuti rangkaian ibadah dengan tenang tanpa ada gangguan keamanan. Warga yang datang juga diimbau untuk selalu tertib dan mengikuti arahan dari petugas kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi Gedung Rajawali.
Aparat kepolisian berjanji akan terus melakukan penjagaan ketat secara bergantian di lokasi sampai seluruh rangkaian acara Sinode Besar ini selesai pada tanggal 5 Juli 2026. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Polri sangat mendukung kebebasan beragama dan siap menjaga ketenteraman di wilayah Kabupaten Simalungun. (Ramlan Purba).
Sumber: Humas Polres Simalungun.

