Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh Dihadiri Wali Kota Alfin, Sukses Hidupkan Kembali Tradisi Setelah 19 Tahun

Sungai Penuh, Redaksisatu.Id.batubara — Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh kembali digelar secara meriah oleh masyarakat setempat demi menjaga kelestarian budaya warisan para leluhur. Wali Kota Sungai Penuh Alfin hadir secara langsung dengan didampingi oleh Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin untuk mengikuti seluruh rangkaian acara sakral yang dipusatkan di Anjungan Utama Tanah Mendapo, Kota Sungai Penuh, pada hari Sabtu, 4 Juli 2026.

Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh pada pelaksanaan tahun ini mengangkat sebuah slogan utama yaitu Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab. Acara tradisi yang memiliki arti dan makna sangat mendalam bagi suku setempat ini akhirnya bisa dilaksanakan kembali setelah terakhir kali pernah diadakan pada tahun 2007 atau sekitar 19 tahun yang lalu.

Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh ini berhasil digelar berkat adanya hasil mufakat bersama serta keinginan yang kuat dari seluruh anak batino dan anak jantan yang berasal dari enam luhah di wilayah Kota Sungai Penuh. Kegiatan kebudayaan ini merupakan bentuk nyata dari usaha warga dalam merawat adat istiadat kuno agar tidak hilang ditelan zaman dan bisa diturunkan ke generasi berikutnya.

lu

Wali Kota Alfin dalam kata sambutannya memberikan pujian serta apresiasi yang tinggi kepada segenap pengurus kepanitiaan, para tokoh pemangku adat, serta seluruh warga. Apresiasi ini diberikan karena semua pihak dinilai sudah bekerja keras dan ikut ambil bagian secara aktif untuk menghidupkan kembali upacara adat yang penuh dengan nilai kebaikan ini.

Alfin menegaskan bahwa acara ini bukan cuma sekadar ritual perayaan atau tontonan biasa yang tanpa arti. Momen kebudayaan ini menjadi wadah yang sangat penting untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga, merawat aturan adat, serta memperkokoh jati diri asli dari masyarakat yang tinggal di Kota Sungai Penuh.

Pihak pemerintah daerah menaruh harapan yang besar agar kegiatan adat ini bisa terus dijaga keasliannya di masa-mana yang akan datang. Dengan demikian, upacara kebudayaan ini bisa tetap bertahan secara turun-temurun serta menjadi sebuah kebanggaan yang besar bagi anak cucu dan generasi muda di masa depan.

lu

Jalannya upacara adat ini berlangsung dengan sangat khidmat, rapi, namun tetap terasa ramai karena dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi daerah. Beberapa tokoh penting yang tampak hadir di antaranya yaitu Gubernur Jambi Al Haris, Bupati Kerinci Monadi, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa beserta jajaran anggotanya, Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, serta Wakil Bupati Kerinci Murison.

Selain itu, terlihat pula unsur Forkopimda setempat, Sekretaris Daerah Alpian, Rektor Universitas Jambi atau UNJA, Rektor IAIN Kerinci, jajaran staf ahli, para asisten, hingga jajaran Kepala OPD. Para pemimpin perusahaan BUMN dan BUMD juga ikut memenuhi kursi undangan di lokasi acara.

Rombongan tokoh wanita dan penggerak daerah juga tampak kompak memberikan dukungan, seperti Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hesnidar Haris, Ketua GOW Mawarti Azhar, serta Ketua DWP Winda Rahayu. Kursi tamu juga dipenuhi oleh Ketua Lembaga Adat, kaum ninik mamak, para alim ulama, tokoh adat, serta ribuan warga yang datang menonton dengan penuh rasa semangat. (Red/Rel).

Sumber: Dinas Kominfo Kota Sungai Penuh.

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news