Tebing Tinggi, Redaksisatu.Id.Batubara — Pemerintah Kota Tebing Tinggi menunjukkan komitmen yang sangat kuat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi di daerah. Langkah nyata tersebut diwujudkan dengan menggelar kegiatan Edukasi Literasi dan Inklusi Keuangan bagi Kaum Perempuan yang dilaksanakan di Aula Lantai IV Balai Kota Tebing Tinggi pada Selasa, 23 Juni 2026.
Edukasi literasi keuangan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik. Kegiatan strategis ini sengaja dilaksanakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama bagi kaum perempuan, agar mereka bisa mengelola keuangan secara cerdas, aman, dan lebih produktif.
Sekda Erwin Suheri Damanik dalam arahannya turut menyampaikan salam hangat sekaligus permohonan maaf dari Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, yang berhalangan hadir langsung di lokasi. Pada saat yang bersamaan, Wali Kota ternyata sedang mengikuti rapat virtual bersama Presiden Republik Indonesia demi membahas pelaksanaan Instruksi Presiden terkait pembangunan jalan daerah.

Pemerintah pusat sendiri telah memberikan kabar baik dengan mengalokasikan dana segar sebesar Rp8 miliar untuk Kota Tebing Tinggi. Dana yang cukup besar tersebut nantinya akan dipergunakan secara maksimal untuk percepatan pembangunan infrastruktur jalan di seluruh wilayah kota.
Edukasi literasi keuangan yang melibatkan narasumber ahli dari Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia ini dinilai mempunyai nilai yang sangat strategis bagi pembangunan daerah. Peningkatan pemahaman mengenai cara mengatur uang diyakini akan memberikan dampak yang nyata dan langsung bagi kesejahteraan hidup masyarakat luas.
Kaum perempuan atau para ibu memegang peran yang sangat besar karena mereka adalah pengelola utama dalam keuangan rumah tangga. Ibu rumah tangga bertugas mengatur pengeluaran harian, menyisihkan tabungan, hingga menentukan arah investasi keluarga, sehingga pengetahuan tentang produk keuangan yang aman menjadi hal yang mutlak dikuasai.

Konsumsi dari sektor rumah tangga sejauh ini menjadi penyumbang paling besar bagi angka Produk Domestik Regional Bruto di Kota Tebing Tinggi. Oleh karena itu, kemampuan para perempuan dalam mengelola keuangan dengan bijak otomatis akan membantu menaikkan taraf hidup keluarga dan ikut menggerakkan roda perekonomian daerah.
Masyarakat luas juga diingatkan untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap maraknya tawaran investasi atau pinjaman yang tidak jelas legalitas hukumnya. Melalui bimbingan langsung dari OJK dan Bank Indonesia, warga diharapkan bisa memahami dengan baik apa saja manfaat, risiko, serta cara memilih produk keuangan yang paling aman.
Pemko Tebing Tinggi juga terus memotivasi kaum perempuan agar tidak ragu memanfaatkan akses pembiayaan yang resmi dari pemerintah untuk modal kerja. Modal tersebut bisa disalurkan untuk sektor produktif seperti memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, membuat kerajinan tangan, ataupun membuka bisnis rumahan.
Produk kreatif hasil rumahan tersebut nantinya bisa dipamerkan dalam berbagai acara pameran daerah agar bisa terjual luas dan menambah pendapatan harian keluarga. Selain itu, para ibu juga diajak untuk mulai mengajarkan jiwa berwirausaha kepada anak-anak mereka sejak usia dini dengan mengenalkan kegiatan jual beli yang sederhana.

Pemanfaatan teknologi digital untuk media pemasaran saat ini juga menjadi poin penting yang harus diajarkan kepada generasi muda agar mereka siap menghadapi masa depan. Literasi keuangan bukan hanya tentang menyimpan uang di bank, melainkan tentang bagaimana mengelola uang dengan bijak dan menciptakan generasi baru yang tidak konsumtif atau boros.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Tebing Tinggi, Safaruddin, melaporkan bahwa jalannya acara ini sudah sejalan dengan target pembangunan daerah dan kebijakan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah. Kegiatan edukasi ini sukses diikuti oleh sekitar 100 peserta yang berasal dari organisasi wanita seperti Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, dan Himpunan Pengusaha Muslimah Indonesia.
Pihak OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara yang diwakili oleh Reza Leonard, memberikan materi penting mengenai fungsi OJK dalam mengawasi dan melindungi konsumen. Ia meminta masyarakat luas untuk selalu jeli dan tidak mudah tertipu oleh rayuan investasi bodong atau aplikasi pinjaman online ilegal yang saat ini sedang marak menyasar warga.
Acara pembukaan ini juga dihadiri secara langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tebing Tinggi Husin, Staf Ahli Bidang Perekonomian Syaiful Fahri, Kabag Kesejahteraan Rakyat Azanul Akbar Lubis, Camat Padang Hulu Nanda Aulia Yusuf Purba, beserta jajaran perwakilan Organisasi Perangkat Daerah lainnya. (Supriadi Gugun).
Sumber: Dinas Kominfo Kota Tebing Tinggi.

