Banda Aceh, Redaksisatu.Id.batubara—Event Bank Aceh Bhayangkara Run yang diikuti oleh ribuan pelari dari bermacam-macam daerah berlangsung sangat meriah pada hari Minggu, 21 Juni 2026. Kompetisi olahraga ini menjadi salah satu agenda utama dalam memeriahkan perayaan Bhayangkara Fest 2026. Ajang lari massal tersebut sengaja digelar oleh Kepolisian Daerah Sumatera Utara dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun atau HUT ke-80 Bhayangkara.
Perlombaan lari berskala besar ini dibagi ke dalam dua jenis kategori jarak tempuh, yaitu rute 5K atau 5 kilometer dan rute 10K atau 10 kilometer. Para peserta untuk kategori jarak 10K dilepas secara resmi dari garis start oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah. Sementara itu, kelompok pelari untuk kategori jarak 5K dilepas oleh jajaran Direksi Bank Aceh yang bertindak sebagai rekanan resmi pelaksana acara.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menjabarkan bahwa total warga yang ikut berlari dalam ajang ini menembus angka 4.200 orang peserta. Rinciannya terdiri atas kelompok pelari jarak 5K sebanyak 3.600 orang dan kelompok pelari jarak 10K sebanyak 600 orang. Jalur jalan yang dilewati oleh para pelari diatur secara berbeda sesuai dengan jarak kategori yang mereka pilih.

Untuk para pelari di kategori jarak 10K, rute yang wajib dilewati adalah lurus sampai ke lampu lalu lintas Masjid Raya sebelum akhirnya berputar arah kembali menuju garis finis di Markas Polda Aceh. Sementara itu, bagi kelompok pelari di kategori jarak 5K, jalur lari diatur hanya sampai ke area Simpang PKA, lalu berbalik arah menuju lokasi finis yang sama di halaman Mapolda Aceh.
Dari segi pengaturan teknis di lapangan, pihak panitia menerbangkan kelompok pelari kategori 10K terlebih dahulu. Setelah jeda beberapa saat, barulah rombongan pelari untuk kategori 5K dilepas ke jalanan. Sistem penyekatan waktu ini sengaja diterapkan demi menjaga kelancaran arus lalu lintas kota sekaligus menjamin keamanan, keselamatan, serta kenyamanan bagi seluruh masyarakat yang ikut berlari.

Kombes Joko Krisdiyanto menambahkan bahwa agenda olahraga ini bukan sekadar ajang unjuk kecepatan fisik, melainkan menjadi wadah yang sangat baik untuk mempererat hubungan silaturahmi antara aparat kepolisian dan warga sipil. Besarnya jumlah peserta yang mendaftar menjadi bukti nyata bahwa olahraga lari ini sangat dicintai oleh masyarakat luas dari berbagai macam profesi dan tingkatan usia.
Pihak panitia juga mengumumkan daftar lengkap para pelari tercepat yang sukses menjadi juara dalam kompetisi ini. Untuk kategori jarak 5K kelompok khusus TNI-Polri, juara pertama disabet oleh Suyatno Aritonang dengan catatan waktu 17 menit 28 detik, disusul Shija Barus di posisi kedua dan Chandra Deni di posisi ketiga. Pada kelompok pria umum, Luhut Manik menjadi yang tercepat dengan waktu 16 menit 58 detik, ditempel oleh Jenri Pakpahan dan Akbar Fauzi Hakim.

Kategori 5K kelompok wanita umum dimenangkan oleh Jelita Optiani Laoli dengan raihan waktu 20 menit 25 detik, mengalahkan Delisha Almira dan Fikesy Hostita Silalahi. Sementara itu, untuk kelompok pria senior atau master diraih oleh Dedi Saputra dengan waktu 20 menit 27 detik, di atas Bambang Purnomo dan Azhar. Pada bagian wanita senior atau master, Mimi Rosie Liu finis nomor satu dengan waktu 26 menit 3 detik, diikuti Rosmawati Sigalingging serta Nelly Lie.
Selanjutnya untuk kategori jarak 10K kelompok TNI-Polri, peringkat pertama diraih oleh Athlete 1006 dengan catatan waktu 37 menit 55 detik, mengungguli Irsan Josua Nababan dan Dedi Kurniawan. Pada bagian pria umum, Arwan Zebua keluar sebagai pemenang dengan waktu 34 menit 42 detik, diikuti Davit Maluddin Siahaan dan Muzakir. Untuk wanita umum, Irsa Sola Gracia Manalu finis terdepan dengan waktu 45 menit 43 detik, unggul tipis dari Maulida Sari dan Agustina Nababan.

Kategori 10K kelompok pria senior atau master dipimpin oleh Wel Adipen yang mencatatkan waktu 420 menit 43 detik, disusul Ferry Saputra dan Defrizal. Terakhir, untuk kelompok wanita senior atau master dimenangkan oleh Tarida Saragih dengan torehan waktu 52 menit 1 detik, di atas Henny Junita serta Endang Sulastri. Semua pemenang ini berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai senilai Rp5 juta untuk juara satu, Rp3 juta untuk juara dua, dan Rp2 juta untuk juara tiga beserta kalungan medali.
Bukan hanya para pemenang podium saja yang bisa pulang dengan senyuman, seluruh peserta yang beruntung juga berkesempatan membawa pulang hadiah undian atau doorprize menarik. Pihak panitia telah menyiapkan banyak hadiah hiburan bernilai tinggi mulai dari unit sepeda motor baru hingga tiket perjalanan ibadah umrah gratis ke tanah suci. (Red/Rel).
Sumber: Humas Polda Aceh.

