Gebrakan Pelestarian Tradisi, Wali Kota Rico Waas Rangkul Horas Bangso Batak Demi Generasi Muda

Medan, Redaksisatu.Id.Batubara — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong organisasi Horas Bangso Batak atau HBB untuk terus berkontribusi aktif. Lembaga ini diminta mengambil peran kunci dalam melestarikan nilai-nilai kebudayaan daerah.
Aksi pelestarian tradisi ini diharapkan mampu mengalirkan energi baru bagi perkembangan para generasi muda di Kota Medan. Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota untuk merawat identitas lokal di era modern.
Rico Waas menilai bahwa kekayaan suku, tradisi, serta ragam budaya merupakan kekuatan utama bangsa yang wajib dipelihara. Keberagaman ini harus dibentengi secara tangguh di tengah gempuran arus modernisasi zaman.
Pesan strategis ini disampaikan oleh Rico Waas saat menyambut kunjungan audiensi Dewan Pimpinan Pusat HBB. Pertemuan silaturahmi tersebut berlangsung di Balai Kota Medan pada hari Senin (28/09/2026).
Dalam perhelatan tersebut, jajaran pimpinan DPP HBB menyampaikan agenda penting mengenai rencana pelaksanaan Musyawarah Besar atau Mubes. Pertemuan akbar ini dirangkai dengan acara pengukuhan serta pelantikan pengurus pusat.
Agenda Mubes dan pelantikan pengurus DPP HBB dijadwalkan berlangsung pada tanggal 23 hingga 24 Oktober 2026 mendatang. Panitia memilih lokasi acara di Hotel Danau Toba Internasional Medan.

tradi

Ketua Umum DPP HBB Lamsiang Sitompul menjelaskan sejarah perjalanan organisasi yang dipimpinnya. Lembaga kebudayaan ini pertama kali berdiri di Kota Medan sejak tahun 2018 lalu.
Saat ini organisasi HBB telah melebarkan sayap dengan membentuk 17 struktur kepengurusan di berbagai wilayah Indonesia hingga mancanegara. Lamsiang berharap Wali Kota Medan berkenan hadir secara langsung melantik para pengurus.
Menanggapi permohonan tersebut, Rico Waas menyampaikan doa serta harapan agar seluruh rangkaian Mubes HBB dapat terlaksana dengan lancar. Organisasi berbasis kesukuan dinilai memegang peranan krusial dalam menjaga kultur Nusantara.
Rico Waas menekankan bahwa kemajuan teknologi dan era modernisasi tidak boleh mengikis akar budaya masyarakat. Keberagaman etnis, agama, serta ras di Kota Medan merupakan modal sosial yang wajib dirawat bersama.
Wali Kota mengimbau seluruh lapisan warga agar tidak mengadopsi pola hidup individualistis. Setiap warga diminta tetap bangga akan identitas tradisi serta latar belakang kebudayaan masing-masing.
Pemerintah kota berharap HBB dapat menjadi wadah edukasi bagi generasi muda sejak usia sekolah. Pelajaran kebudayaan lokal harus dipahami secara mendalam dan utuh, bukan cuma sekadar simbolik di permukaan.
Wali Kota menyampaikan contoh sederhana agar anak muda tidak hanya mahir memperagakan tarian etnis saja. Generasi penerus juga wajib mengenali ragam kuliner tradisional dari suku tersebut.

tradi

Perhatian dan kepedulian terhadap para tokoh tua penyimpan tradisi juga perlu ditingkatkan secara berkelanjutan. Langkah ini penting agar mata rantai warisan leluhur tidak terputus di tengah jalan.
Jaringan luas yang dimiliki HBB dinilai sangat potensial untuk mempererat tali persaudaraan antawarga. Potensi besar ini diharapkan dapat dikelola menjadi aksi nyata yang memberi kemanfaatan bagi masyarakat luas.
Pemerintah Kota Medan menyatakan kesiapan penuh untuk memberikan dukungan terhadap kesuksesan agenda HBB. Bantuan akan disalurkan selama berada dalam koridor hukum dan peraturan yang berlaku.
Pemko Medan siap menerjunkan tim medis serta fasilitas pemeriksaan kesehatan secara gratis saat Mubes berlangsung. Dukungan sarana lain juga akan dipetakan oleh jajaran dinas terkait.
Dalam audiensi tersebut, Rico Waas didampingi oleh Kaban Kesbangpol Andy Mario Siregar dan Kadis Lingkungan Hidup Melvi Marlabayana. Hadir pula Kadis Damkarmat Wandro Abadi Agnellus Malau serta Plt Sekretaris DPRD Medan Erisda Hutasoit. (Red/Rel).
Sumber: Dinas Kominfo Kota Medan.

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news