Labuhanbatu Utara, Redaksisatu.Id.batubara — Kesejahteraan guru di Sumatera Utara menjadi sorotan setelah adanya komitmen peningkatan penghasilan tenaga pendidik. IKA Alumni Universitas Negeri Medan (Unimed) Labuhanbatu Utara menyampaikan apresiasi terhadap langkah Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang mendorong kenaikan gaji guru secara berkala.
Kesejahteraan guru Sumut dinilai mulai mendapat perhatian serius, terutama bagi guru PPPK paruh waktu dan Guru Tidak Tetap (GTT). Kebijakan ini disampaikan dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dan dianggap sebagai langkah nyata pemerintah dalam memperbaiki kondisi tenaga pendidik.
Sekretaris IKA Alumni Unimed Labura yang juga Kepala SMAN 1 NA IX-X, Dhani Arri, M.Pd., menegaskan bahwa kebijakan tersebut membawa harapan baru bagi para guru. Ia menyebut peningkatan kesejahteraan akan membantu guru bekerja lebih fokus dalam menjalankan tugasnya.
“Kami mengapresiasi komitmen Gubernur yang meminta Dinas Pendidikan meningkatkan kesejahteraan guru setiap tahun,” ujar Dhani, Minggu (03/05/2026).
Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan guru tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada kualitas pendidikan secara keseluruhan. Guru yang lebih sejahtera dinilai mampu meningkatkan dedikasi, kreativitas, serta semangat dalam mengajar.
IKA Alumni Unimed Labura juga menilai bahwa kebijakan ini bukan sekadar wacana, melainkan sinyal kuat bahwa sektor pendidikan mulai diprioritaskan. Mereka berharap program tersebut dapat dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.
Kesejahteraan guru Sumut diharapkan tidak hanya menjadi isu sesaat, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kebijakan nyata yang dirasakan langsung oleh para pendidik. Momentum Hardiknas dinilai harus menjadi titik awal perubahan, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.
“Guru adalah pilar penting dalam membangun peradaban. Jika kesejahteraan mereka diperhatikan, maka masa depan pendidikan akan semakin baik,” tutup Dhani. (Rjs).

