Polda Sumsel Hancurkan Ladang Ganja 20 Hektar, Jaringan Lintas Provinsi Diputus

Sumatera Selatan, Redaksisatu.Id.batubara — Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan berhasil mengungkap dan membongkar ladang ganja seluas 20 hektar di Desa Batu Jungul, Jumat (24/04/2026). Pengungkapan ini menjadi langkah besar dalam memutus jaringan narkoba lintas provinsi.

Polda Sumsel mengungkap bahwa operasi ini berawal dari penangkapan seorang bandar utama berinisial PD di Palembang. Dari hasil pengembangan, pelaku diketahui telah mengendalikan jaringan peredaran ganja sejak tahun 2024.

Selain memusnahkan ladang ganja, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 220 kilogram ganja kering yang siap dikirim ke wilayah Pulau Jawa. Hingga saat ini, polisi masih memburu empat pelaku lainnya yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Yulian Perdana, menegaskan bahwa jaringan tersebut kini telah dilumpuhkan. Ia menyebut seluruh rantai distribusi yang selama ini berjalan berhasil diputus oleh timnya.

“Sejak 2024 jaringan ini mengelola ladang ganja dan mendistribusikannya hingga ke Pulau Jawa. Hari ini seluruh rantai tersebut berhasil kami putus. Barang bukti 220 kilogram ganja tidak jadi beredar, dan pengembangan terhadap jaringan terus kami lakukan,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan komitmen kepolisian dalam memberantas narkoba hingga ke sumbernya. Ia menyebut pengungkapan ladang ganja ini sebagai bukti nyata keseriusan aparat dalam melindungi masyarakat.

“Polda Sumsel tidak hanya menindak peredaran narkoba di hilir, tetapi juga memutus sumber produksi di hulu. Ladang ganja 20 hektar dan 220 kilogram ganja yang berhasil disita merupakan bukti keseriusan kami dalam melindungi masyarakat,” ujarnya.

Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas serta menangkap pelaku lainnya yang masih buron. (Red/Rel)

Sumber: Humas Polda Sumsel.

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news