Simalungun, Redaksisatu.Id.batubara — Terobosan penting dalam memperkuat infrastruktur dan kemanunggalan rakyat terus ditunjukkan di tingkat perdesaan. Sinergi nyata ini tercermin lewat kebersamaan aparat kewilayahan dan warga dalam menyambut pembangunan fasilitas umum.
Babinsa Koramil 10/Tanah Jawa Kodim 0207/Simalungun bergotong royong bersama warga Nagori Bayu Bagasan. Mereka menyatukan langkah jelang dimulainya proyek fisik di Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.
Pembangunan Jembatan Gajang yang dinantikan masyarakat setempat diawali dengan prosesi keagamaan. Jajaran Koramil 10/Tanah Jawa bersama pihak pemerintahan desa dan warga menyelenggarakan doa bersama.
Kegiatan spiritual ini dilaksanakan secara Khidmat pada Rabu, 23 September 2026. Acara kebersamaan di lapangan tersebut dimulai sekitar pukul 11.30 WIB dengan suasana penuh kekeluargaan.
Danramil 10/Tanah Jawa Kapten Inf Suheri memimpin langsung perhelatan doa bersama tersebut. Kapten Suheri hadir di lokasi bersama sepuluh orang anggotanya untuk mengawal jalannya acara.
Doa bersama ini digelar sebagai bentuk ikhtiar dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Seluruh pihak memohon kelancaran serta keselamatan selama proses pengerjaan jembatan berlangsung.
Keberadaan jembatan anyar ini kelak diharapkan sanggup membawa dampak positif bagi mobilitas warga. Akses transportasi lokal diprediksi bakal makin lancar setelah sarana penyeberangan ini rampung dibangun.

Sejumlah tokoh penting daerah tampak hadir mengikuti prosesi doa bersama di lokasi kegiatan. Pangulu Nagori Bayu Bagasan Saama Sialagan hadir mendampingi jajaran aparat kewilayahan.
Pihak kontraktor pelaksana pembangunan Parnen Ambarita turut merapatkan barisan di tengah warga. Ketua Maujana Manupak Sitorus bersama para tokoh masyarakat Nagori Bayu Bagasan ikut mendoakan kelancaran proyek.
Ratusan warga Nagori Bayu Bagasan antusias menghadiri rangkaian acara sejak awal hingga tuntas. Kebersamaan ini menjadi modal mendasar dalam mendukung kelancaran pembangunan fasilitas publik di desa.
Sinergi antara prajurit TNI, pemerintah nagori, kontraktor, dan warga menjadi kunci utama kesuksesan proyek. Kerja sama terpadu ini dihadirkan demi mewujudkan sarana transportasi yang kokoh dan aman.
Danramil 10/Tanah Jawa Kapten Inf Suheri menegaskan bahwa doa bersama merupakan wujud nyata kebersamaan. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan penuh Koramil terhadap percepatan pembangunan daerah binaan.
Kehadiran para Babinsa di tengah warga membuktikan komitmen kuat TNI dalam menjaga komunikasi sosial. Langkah ini dilakukan guna memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat secara berkelanjutan.
Melalui semangat gotong royong, pengerjaan Jembatan Gajang diharapkan berjalan tanpa kendala teknis. Proyek ini diproyeksikan selesai tepat waktu demi menopang aktivitas ekonomi warga Bayu Bagasan dan sekitarnya. (Budi Santoso).
Sumber: Penerangan Kodim 0207 Simalungun.

