TMMD Simalungun Resmi Ditutup, Pangdam I/BB Apresiasi Sinergi TNI, Pemda dan Masyarakat

Simalungun — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kodim 0207/Simalungun resmi ditutup pada Rabu (11/03/2026). Upacara penutupan berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Sumatera Utara.

Kegiatan penutupan TMMD ke-127 ini mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa”. Tema tersebut menegaskan pentingnya kerja sama antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.

Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa. Sementara itu, Letkol Arh Agung Pujiantoro, S.H., yang menjabat sebagai Dandim 0204/Deli Serdang bertindak sebagai komandan upacara.

Acara penutupan ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima hasil program TMMD. Dokumen tersebut ditandatangani oleh Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Gede Agus Dian Pringgana bersama Sekretaris Daerah Simalungun Mixnon Andreas Simamora yang mewakili Bupati Simalungun, serta disaksikan langsung oleh Pangdam I/Bukit Barisan.

Dalam amanatnya, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa menyampaikan bahwa pelaksanaan TMMD merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah.

simalungun

Menurutnya, kegiatan TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan antara TNI dan rakyat.

Pangdam juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah memberikan kepercayaan kepada TNI dalam pelaksanaan program pembangunan tersebut. Ia berharap pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan, termasuk pembangunan jalan, dapat terus dikembangkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah.

Sebelumnya, Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Gede Agus Dian Pringgana selaku Komandan Satuan Tugas TMMD menjelaskan bahwa kegiatan TMMD dilaksanakan dalam dua tahap.

Tahap pertama merupakan kegiatan pra-TMMD yang berlangsung mulai 26 Januari hingga 9 Februari 2026. Selanjutnya tahap pelaksanaan utama berlangsung pada 10 hingga 11 Februari 2026.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD sempat menghadapi tantangan berupa tingginya curah hujan di wilayah tersebut. Namun berkat kerja sama antara personel TNI dan masyarakat, seluruh pekerjaan fisik berhasil diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Beberapa kegiatan fisik yang berhasil diselesaikan antara lain pembukaan jalan baru, pembangunan drainase, pemasangan batu, pembangunan tembok penahan tanah, serta konstruksi telford. Seluruh pekerjaan tersebut dilaporkan rampung dengan capaian 100 persen.

Dalam pelaksanaan TMMD ke-127 ini, total personel yang terlibat mencapai 150 orang prajurit TNI, 11 orang anggota Polri, 18 orang dari unsur pemerintah daerah serta sekitar 100 orang masyarakat setempat.

simalungun

Selain kegiatan fisik, program TMMD juga menghasilkan dampak non-fisik berupa penguatan ketahanan wilayah serta meningkatnya hubungan kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

Sekretaris Daerah Simalungun Mixnon Andreas Simamora yang mewakili Bupati Simalungun menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan program TMMD di wilayah tersebut.

Menurutnya, program TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur bagi masyarakat desa, tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat serta membangkitkan kembali semangat gotong royong.

Mixnon juga menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan TMMD tidak terlepas dari partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat kolaborasi demi mendorong kemajuan pembangunan di Kabupaten Simalungun.

Pada kegiatan penutupan TMMD tersebut juga dilaksanakan sejumlah kegiatan tambahan yang bermanfaat bagi masyarakat. Di antaranya penyerahan kunci rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak lima unit kepada warga penerima manfaat.

Selain itu juga dilakukan pemberian tali asih kepada masyarakat kurang mampu dan anak yang mengalami stunting, peninjauan produk UMKM, pelayanan kesehatan gratis, program keluarga berencana kesehatan, serta pelaksanaan bazar murah bagi masyarakat. (WS).

Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Simalungun.

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news