Samosir — Gerakan Pangan Murah Pemkab Samosir diserbu ratusan warga menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini digelar di Gedung Food Court Lantai 1 Waterfront Pangururan, Selasa (03/03/2026), sebagai langkah stabilisasi pasokan dan harga pangan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional.
Gerakan Pangan Murah ini menghadirkan bahan pokok dengan harga di bawah pasaran. Warga tampak antusias sejak awal kegiatan untuk mendapatkan kebutuhan rumah tangga dengan harga lebih terjangkau.
Beberapa komoditas yang dijual antara lain beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp60.000 per kemasan, minyak goreng Rp15.500 per kilogram, telur ayam ras Rp50.000 per papan, gula pasir Rp17.500 per kilogram, bawang merah Rp28.000 per kilogram, cabai merah Rp20.000 per kilogram, tomat Rp9.000 per kilogram, serta kentang Rp8.000 per kilogram.

Bupati Samosir yang diwakili Asisten II Hotraja Sitanggang menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana melalui sinergi Pemkab Samosir dengan Badan Pangan Nasional dan Bulog Pematang Siantar. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan untuk mengendalikan inflasi daerah menjelang hari besar keagamaan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir untuk menjaga ketersediaan dan harga bahan pokok penting di tengah masyarakat. Harga yang ditawarkan dalam gerakan ini lebih rendah dibanding harga pasar sebagai bentuk intervensi pengendalian harga.

Hotraja juga menambahkan bahwa Kabupaten Samosir sebagai daerah tujuan wisata harus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Stabilitas tersebut penting untuk menyambut tamu dan wisatawan tanpa gejolak harga di pasaran.
Untuk mendukung pengendalian inflasi, Pemkab Samosir turut menjalankan kebijakan sektor pertanian melalui perluasan tanam dalam program Pangula Nature. Program ini diharapkan memperkuat pasokan pangan dari hasil produksi lokal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, Tumiur Gultom, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya digelar pada Februari lalu. Ia menyebutkan bahan pangan yang dijual mengutamakan hasil pertanian masyarakat setempat.

Gerakan Pangan Murah dilaksanakan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pangururan pada 3 Maret 2026, Kecamatan Simanindo pada 10 Maret 2026, dan Kecamatan Nainggolan pada 13 Maret 2026. Masyarakat diimbau untuk berbelanja sesuai kebutuhan.
Salah satu warga, Op. Meta Boru Naibaho, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ia membeli beras, cabai, minyak goreng, dan telur untuk kebutuhan rumah tangga. Ia berharap kegiatan serupa dapat lebih sering dilaksanakan.
Gerakan Pangan Murah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi kenaikan harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. (Red/Rel).
Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Samosir.

