Karhutla Bintan Darurat! 317 Titik Api Terdeteksi, Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat

Bintan, Redaksisatu.Id.batubara — Karhutla Bintan menjadi perhatian serius setelah Pemerintah Kabupaten Bintan resmi menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan tahun 2026. Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya jumlah titik api dan luas lahan terbakar sejak awal tahun.

Karhutla Bintan menunjukkan tren mengkhawatirkan. Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Bintan Roby Kurniawan pada Rabu (25/03/2026), terungkap sebanyak 317 titik api terdeteksi selama periode Januari hingga Maret 2026. Total luas lahan yang terbakar mencapai 251 hektare.

Karhutla Bintan paling banyak terjadi di empat wilayah utama. Kecamatan Bintan Timur mencatat 81 titik api, disusul Toapaya 68 titik, Gunung Kijang 64 titik, dan Bintan Utara sebanyak 60 titik. Data ini menjadi dasar kuat pemerintah dalam menetapkan status darurat.

karhutla

Karhutla Bintan juga dipengaruhi faktor alam dan kondisi lingkungan. Luasnya lahan gambut di wilayah tersebut membuat potensi kebakaran semakin tinggi. Selain itu, kondisi cuaca dan dinamika atmosfer yang terus dipantau BMKG turut memperbesar risiko kebakaran.

Dalam arahannya, Bupati Roby Kurniawan menegaskan bahwa penetapan status tanggap darurat dilakukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi bencana ini.

“Penetapan ini berdasarkan data dan kondisi riil. Kita harus bergerak bersama untuk mengatasi karhutla dan kekeringan di Bintan,” ujarnya saat memimpin rapat di Ruang Rapat II Bandar Seri Bentan.

Karhutla Bintan tidak hanya ditangani dengan penanggulangan, tetapi juga pencegahan. Pemerintah meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dan aktif melaporkan jika menemukan indikasi pembakaran lahan.

karhutla

Roby menegaskan adanya dugaan keterlibatan oknum dalam kasus kebakaran hutan yang terjadi. Ia mengajak masyarakat untuk tidak takut melaporkan jika melihat praktik pembakaran.

“Kalau ada yang melihat atau mengetahui tindakan pembakaran, segera laporkan. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Dengan status tanggap darurat ini, seluruh instansi terkait diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi, serta mengutamakan langkah pencegahan agar dampak karhutla dan kekeringan dapat ditekan.

Pemerintah Kabupaten Bintan juga memastikan upaya penanganan akan terus dilakukan secara terpadu demi melindungi lingkungan dan keselamatan masyarakat. (Red/Rel).

Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Bintan.

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news