Sinergi Dairi–Karo Diperkuat, Fokus Infrastruktur dan Ekonomi Menuju 2027

Karo, Redaksisatu.Id.batubara — Sinergi Dairi–Karo menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Karo Tahun 2027 yang digelar di Aula Rakoetta Brahmana, Kantor Bupati Karo, Jumat (27/03/2026).

Sinergi Dairi–Karo ditegaskan melalui kehadiran Bupati Dairi, Vickner Sinaga, bersama Ketua TP PKK Rita Puspita Vickner Sinaga. Kehadiran ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antar daerah di kawasan dataran tinggi Sumatera Utara untuk mempercepat pembangunan.

Dalam forum tersebut, Bupati Dairi menyoroti hubungan historis dan budaya yang kuat antara kedua daerah. Ia menyebut kesamaan nama-nama desa sebagai bukti adanya ikatan panjang antar masyarakat yang harus dimanfaatkan sebagai modal pembangunan bersama.

Sinergi Dairi–Karo juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan, energi, dan air sesuai kebijakan nasional. Meski Dairi telah mengalami surplus energi listrik, sektor pertanian dinilai masih membutuhkan percepatan pembangunan.

nergi

Ia menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur, pemanfaatan teknologi, peningkatan nilai tambah produk, serta perluasan akses pasar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, konektivitas antar wilayah menjadi perhatian serius. Infrastruktur jalan di wilayah Karo dinilai sangat penting karena menjadi jalur utama masyarakat Dairi menuju Kota Medan. Perbaikan akses ini diyakini akan memperlancar mobilitas dan meningkatkan aktivitas ekonomi.

Di sektor pariwisata, Bupati Dairi mendorong pengembangan konsep KARDAPAK yang melibatkan Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat sebagai destinasi unggulan baru di kawasan Danau Toba. Kolaborasi dinilai menjadi kunci agar kawasan ini mampu bersaing dengan destinasi lain.

Sementara itu, Bupati Karo Antonius Ginting memaparkan capaian daerahnya, termasuk pertumbuhan ekonomi tahun 2025 yang stabil di angka 4,23 persen dengan PDRB mencapai Rp30,46 triliun. Tingkat pengangguran juga berhasil ditekan hingga 1,93 persen.

nergi

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Fluktuasi harga pangan dan energi global diperkirakan dapat mempengaruhi daya beli masyarakat, sehingga diperlukan perencanaan yang matang dan adaptif.

Musrenbang ini menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyusun arah pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi yang semakin kuat diharapkan mampu menjadikan Dairi dan Karo sebagai kekuatan baru di kawasan dataran tinggi Sumatera Utara.

Acara ini turut dihadiri berbagai pihak, termasuk perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Bank Indonesia, Wakil Bupati Karo, serta sejumlah kepala OPD terkait. (Red/Rel).

Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Dairi.

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news