Pematangsiantar, Redaksisatu.Id.batubara — Jalan berlubang di Jalan Gereja memicu rekayasa lalu lintas. Polisi mengalihkan arus kendaraan bertonase besar untuk mencegah kecelakaan dan kerusakan jalan yang lebih parah.
Jalan berlubang Pematangsiantar berada di Kelurahan Martimbang, Kecamatan Siantar Selatan. Kerusakan berupa lubang besar membuat jalur ini berisiko dilalui, terutama oleh truk dan kendaraan berat.
KBO Sat Lantas Polres Pematangsiantar, Sawal, menjelaskan bahwa pengalihan arus dilakukan sebagai langkah antisipasi demi keselamatan pengguna jalan.
Untuk truk dari arah pusat Kota Pematangsiantar, arus dialihkan melalui Jalan Melanton Siregar menuju Bahkora. Selanjutnya kendaraan diarahkan ke Jalan Manunggal Karya hingga kembali tersambung ke Jalan Parapat.
Sementara itu, kendaraan besar dari arah Parapat dialihkan melalui Jalan SM Raja sebagai jalur alternatif utama.
Menurut Sawal, kebijakan ini penting karena Jalan Gereja merupakan jalur strategis dengan volume kendaraan tinggi setiap hari. Tanpa rekayasa lalu lintas, kepadatan berpotensi meningkat dan membahayakan pengguna jalan.
Meski demikian, kendaraan pribadi masih diperbolehkan melintas di kawasan tersebut. Pengendara diminta tetap waspada, mengurangi kecepatan, serta memperhatikan kondisi jalan yang rusak.
Polisi juga mengimbau pengemudi, khususnya kendaraan berat, agar mematuhi rambu sementara dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kepatuhan ini diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga kelancaran arus lalu lintas. (WS).

