Medan, Redaksisatu.id.batubara — Polisi bantah lambat menangani tawuran di Belawan yang berujung perusakan dan penjarahan rumah warga. Kapolsek Belawan AKP Ponijo menegaskan bahwa personel telah berada di lokasi sejak dini hari saat kejadian berlangsung.
Polisi bantah lambat tersebut disampaikan terkait insiden yang terjadi di Kelurahan Sicanang, Kecamatan Belawan, pada Sabtu dini hari, 4 April 2026. Menurut keterangan, aparat sudah berada di lokasi sejak pukul 01.00 WIB hingga sekitar pukul 02.00 WIB.
Kapolsek menjelaskan bahwa personel sempat bertahan di lokasi, namun harus mundur karena mendapat perlawanan dari massa yang menggunakan benda berbahaya seperti panah dan kembang api.
Ia mengungkapkan, peristiwa bermula dari bentrokan antar kelompok warga. Situasi sempat mereda, tetapi aparat tetap bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan lanjutan.
Namun, kondisi kembali memanas setelah massa muncul dari sejumlah lorong dan memicu kericuhan baru. Bentrokan pun kembali terjadi hingga berujung pada aksi perusakan dan penjarahan.
Menurut penjelasan, kelompok massa dari kawasan Pulau Ambon disebut berhasil masuk ke permukiman warga. Salah satu rumah yang mengalami kerusakan paling parah adalah milik Horas Hutahuruk, yang diketahui merupakan mantan anggota Polri. Beberapa rumah di sekitarnya juga mengalami kerusakan, meski tidak seberat rumah tersebut.
Terkait informasi korban yang datang ke Polsek Belawan, Kapolsek meluruskan bahwa kedatangan tersebut bukan untuk membuat laporan resmi. Korban disebut hanya meminta bantuan pengamanan karena merasa keluarganya terancam.
Ia menambahkan, saat itu sebagian besar personel tengah berada di lapangan, sehingga di Polsek hanya ada beberapa anggota. Korban kemudian diarahkan untuk membuat laporan resmi ke Polres.
Laporan resmi terkait kejadian tersebut akhirnya dibuat di Polres Pelabuhan Belawan pada Sabtu siang setelah insiden terjadi.
Kapolsek menegaskan bahwa anggapan polisi tidak hadir di lokasi tidak benar. Ia menyebut pihaknya memiliki dokumentasi yang menunjukkan kehadiran personel di lapangan selama kejadian berlangsung. (F).

