Simalungun, Redaksisatu.id.batubara — Jembatan modular Buntu Marihat di Kabupaten Simalungun akhirnya rampung dan sudah bisa digunakan masyarakat. Pembangunan jembatan yang menghubungkan dua wilayah penting ini dinyatakan selesai 100 persen pada Kamis (02/04/2026).
Jembatan sepanjang 20 meter tersebut berada di Huta I Buntu Marihat, Nagori Buntu Turunan, Kecamatan Hatonduhan. Infrastruktur ini menjadi jalur utama yang menghubungkan Huta I dengan Huta II dan sangat vital bagi aktivitas sehari-hari warga.
Sejak difungsikan kembali, jembatan ini langsung memberikan dampak positif. Akses transportasi warga menjadi lebih lancar, kegiatan ekonomi kembali berjalan normal, dan anak-anak dapat kembali menggunakan jalur tersebut untuk menuju sekolah dengan aman.
Pembangunan jembatan ini dilakukan oleh personel Kodim 0207/Simalungun melalui Koramil 10/Tanah Jawa bersama prajurit Yonzipur I/DD. Proses pengerjaan juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat, yang turut membantu selama pembangunan berlangsung.

Kapendam I/Bukit Barisan Asrul Kurniawan Harahap menyampaikan bahwa selesainya pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah.
Ia menegaskan bahwa kehadiran jembatan modular ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah. Selain itu, fasilitas ini juga diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta mempermudah akses pendidikan bagi warga setempat.
Dengan rampungnya jembatan Buntu Marihat, masyarakat kini kembali memiliki jalur penghubung yang aman dan layak, sehingga aktivitas harian dapat berjalan lebih efektif dan efisien. (WS).
Sumber: Pendam I/BB.

