Kades  & Ketua BPD Medang Bagai Menaruh Tahi di Kepala Camat Medang Deras

Medang Deras I Redaksisatu Batu Bara –
Lukman sang Kepala Desa ( Kades ) Medang dan Adnan Ahmadi ,Ketua BPD Medang , akhir-akhir ini merasa dianak-emaskan Camat Medang Deras. Anggapan diistimewakan Camat itu, sejak  kedua mereka merasa didukung  Camat  melakukan rekayasa penggantian Ketua BPD Medang yang tidak konstitusional   April 2023 lalu.
Camat Medang Deras, Kab. Batubara Sumut, Syahrizal, SH
 Dugaan rasa dilindungi  Camat  Medang Deras , Syahrizal SH semakin menguat dengan dugaan manipulasi  laporan  ( LKPPD  ) tahnun 2024- yang  juga masih  didiamkan sang  Camat.

Menilai bahwa Camat Medang Deras akan tetap diam, Kades Lukman dan Ketua BPB, Ahdnan Ahmadi, tanpa rasa takut, sengaja absen dalam rapat klarifikasi  yang dilaksanakan Camat setempat di kantor Balai desa Medang, kamis (24/7).

Bagai Menaruh Tahi di Kepala Sang Camat

Ada apa di balik diamnya Camat ? pertanyaan tersebut mengalir deras di Desa Medang. Kades dan Ketua BPD dimata masyarakat Desa Medang telah berani-beraninya mengabaikan undanga Rapat yang disampaikan Camat atasannya. Sikap itu bagai menaruh tahi di kepala Sang Camat. Upaya klarifikasi dugaan manipulasi LKKPD Pemdes  Medang sebagaimana dilansir Media Redaksi satu Batubara, tidak diindahkan Lukman  Adnan Ahmadi  s Kades dan ketua BPD Medang

Rapat klarifikasi  itu tanpa dihadiri oleh Kepala Desa Medang , Lukman, Ketua  BPD Medang,  Adnan Ahmadi, serta  Wakil Ketua BPD, Fitriani, Sekretaris BPD  Siti Sahara .

Rasa kecewa terlihat jelas di wajah Camat Syahrizal SH, melihat tingkah Kades dan BPD yang tidak mengindahkan dan menghargai  surat undangan resminya itu . Rapat ini diselenggarakan Camat karena adanya berita Redaksi satu batu Bara “LKPPD Desa Medang anggaran Th 2024 Diduga Tipu tipu.

Yang hadir dalam rapat tersebut, Sekretaris Camat,  Muhammad Reza Akmal SH), pemerintah Desa  Medang ,M. Yasin ( Bendahara ) serta 5 anggota BPD lainnya, serta Pemred dan Wk.Pemred Redaksi satu Batu Bara masing-masing ; Suhairi, S.Sos, SH dan Nazaruddin Muchni.

Sekaitan klarifikasi Laporan ( LKPPD ) yang tidak membayarkan uang tunjangan sebagian pengurus BPD Medang sejak September  hingga Desember 2024.

Dalam rapat klarifikasi itu, Bendahara Desa, M. Yasin Kehadiran saya ke sini guna penyelesaian tunjangan BPD yang hingga kini belum belum di bayarkan sejak September 2024 sampai saat ini oleh Pemerintah Desa Medang.

” Saya telah perintahkan kepada Bapak Nazaruddin dan ibu Kholidah agar mengaktifkan rekeningnya karena sudah mati’. sahut M. Yasin  membela diri.

Salah seorang anggota BPD, Kholidah mempertanyakan ” Jika boleh tau, bulan berapakah Bendahara mengetahui buku rekening kami “.

Jawaban M. Yasin hanyalah alasan kosong, guna menyembunyikan kebohongan. Hal ini di perkuat dengan pengakuan Irfan ( anggota BPD)

” Buku rekening saya aktif, tapi mengapa pembayaran atas  saya belum terealisasi “, timpal Irfan. Menyikapi pernyataan  Kholidah dan Irfan tersebut M. Yasin diam membisu.

Masyarakat berharap, keganjilan demi keganjilan yang terkuak dapatlah di sikapi dan ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berwenang. ( Rs.03 )

 

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news