Serdang Bedagai, Redaksisatu.Id.batubara — Musyawarah Anak Cabang (Musancab) VI Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Serdang Bedagai resmi digelar pada Minggu, 28 Juni 2026. Pertemuan besar ini dilaksanakan di Wisma Karina, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai. Tujuan utama dari agenda rutin ini adalah untuk menetapkan sekaligus melantik para pengurus inti baru, yaitu Ketua, Sekretaris, dan Bendahara Pimpinan Anak Cabang (PAC) di seluruh wilayah Serdang Bedagai.
Ketua DPC PDI Perjuangan Serdang Bedagai Darma Wijaya, yang juga menjabat sebagai Bupati Serdang Bedagai, hadir memimpin acara didampingi jajaran pengurus teras partai. Tampak hadir Sekretaris DPC Togar Situmorang yang menjabat Ketua DPRD Sergai, Bendahara DPC Darma Sutra yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan, serta jajaran Anggota DPRD Sergai di antaranya Jonra R Purba, Yusnani, Gunawan Sirait, Syamsudin, Sudarmanto Butar-Butar, Darius Tarigan, Hasbullah Hadi Damanik, Kristina, Sri Wahyuni Damanik, Zuhry Ahyar, Mangudut H Hasugian, Hamidah, dan Merlin Barus.
Rapat ini juga dihadiri oleh perwakilan penting dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan jajaran Provinsi Sumatera Utara. Tokoh yang hadir antara lain Sekretaris DPD Sumut Sutarto, Muhammad Affan SS, Landen Marbun, Alamsyah Hamdani, beserta staf DPD Sumut. Kehadiran mereka disambut antusias oleh perwakilan dari 17 PAC PDI Perjuangan se-Sergai beserta ribuan kader dan simpatisan yang memadati lokasi acara.
Ketua DPC PDI Perjuangan Sergai Darma Wijaya menjelaskan bahwa pelaksanaan Musancab ke-VI kali ini terasa sangat berbeda dan lebih mandiri jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Darma Wijaya menegaskan bahwa para Ketua PAC yang terpilih memikul tanggung jawab besar untuk memajukan partai hingga ke tingkat paling bawah. Beliau meminta para pengurus kecamatan tidak bergantung pada orang lain dan harus mampu berdiri di kaki sendiri agar organisasi mengakar kuat di tengah warga.

Kunci utama kejayaan partai menurut Darma Wijaya adalah menjaga kesolidan dan kekompakan seluruh anggota tim. Beliau meminta agar seluruh pengurus rajin turun ke lapangan untuk mendengar keluhan masyarakat secara langsung dan bergotong royong membantu mengatasi kesulitan hidup warga. Melalui pola pendekatan humanis ini, pengurus kecamatan diharapkan bisa membangun basis kepartaian yang kuat dari tingkat ranting hingga anak ranting.
Pengurus DPD PDI Perjuangan Sumut Muhammad Affan SS dalam pidatonya memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras pengurus daerah yang sukses menggelar acara dengan sangat luar biasa. Muhammad Affan menyebut Darma Wijaya sebagai kader teladan karena pernah dipercaya memimpin kongres tertutup nasional dan ikut membaiat Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Ia menambahkan bahwa kesolidan kader di bawah pimpinan Darma Wijaya telah teruji dengan keberhasilan meraih 15 kursi pada Pemilu Legislatif 2024 lalu.
Perubahan besar di Serdang Bedagai tersebut ditegaskan oleh Muhammad Affan bukan didapatkan secara instan, melainkan hasil jerih payah kader yang setia turun ke rakyat. Musancab ini menjadi wadah seleksi ketat karena seluruh Ketua PAC yang terpilih sudah melewati tahapan uji kelayakan dan kepatutan (Fit and Proper Test). Melalui kepengurusan baru yang kompeten ini, ditargetkan seluruh struktur kepengurusan hingga tingkat anak ranting terkecil sudah rampung terbentuk pada akhir tahun ini.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut Sutarto ikut menjabarkan strategi penguatan partai melalui rumus tiga pilar utama. Pilar pertama adalah pembentukan struktur kepengurusan yang lengkap hingga ke bawah, yang terbukti sukses menaikkan perolehan kursi DPRD Sergai secara drastis dari yang dulunya hanya 5 kursi pada periode 2019-2024, kini melesat menjadi 15 kursi untuk periode 2024-2029.
Keberhasilan pilar pertama tersebut otomatis memperkuat pilar kedua dan ketiga di wilayah Serdang Bedagai. Melalui kemenangan besar pada pemilu lalu, PDI Perjuangan berhasil mengamankan pilar kedua dengan meraih posisi Ketua DPRD Sergai untuk kadernya, serta mengamankan pilar ketiga dengan menduduki jabatan eksekutif tertinggi sebagai Bupati Serdang Bedagai.
Tantangan politik di masa depan dinilai oleh Sutarto akan jauh lebih berat dan memiliki dinamika persaingan yang sangat berbeda. Oleh sebab itu, seluruh kader diwajibkan untuk tetap merapatkan barisan, menjaga kebersamaan, dan tidak terpecah belah. Kesolidan ini sangat krusial agar perolehan kursi legislatif saat ini dapat dipertahankan dengan baik, atau bahkan ditingkatkan demi memenangkan kontestasi politik pada tahun 2029 mendatang. (Rasum).

