Jakarta — Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto membahas kesiapan pemerintah menghadapi Idulfitri 1447 Hijriah. Rapat penting tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/03/2026).
Sidang Kabinet Paripurna tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Indonesia, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Kehadiran Menhan dalam rapat tersebut menunjukkan dukungan Kementerian Pertahanan terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional menjelang hari besar keagamaan.
Sidang Kabinet Paripurna membahas berbagai langkah strategis pemerintah untuk memastikan kondisi nasional tetap stabil menjelang Idulfitri 2026. Fokus utama pembahasan meliputi kesiapan pemerintah dalam menjaga stabilitas energi serta menjaga kondisi perekonomian nasional.

Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar tetap waspada terhadap perkembangan situasi global. Ia menyoroti dinamika konflik yang terjadi di sejumlah wilayah dunia, khususnya di kawasan Eropa dan Timur Tengah.
Menurut Presiden, konflik global tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi dunia, termasuk kemungkinan pengaruhnya terhadap harga energi. Karena itu pemerintah diminta untuk terus memantau perkembangan situasi internasional yang dapat memengaruhi kondisi dalam negeri.
Selain membahas stabilitas ekonomi dan energi, pemerintah juga memastikan kesiapan ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat menjelang Idulfitri. Pemerintah berupaya menjaga pasokan dan stabilitas harga agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang.
Menjelang Idulfitri 2026, Presiden Prabowo juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mengutamakan keselamatan selama di perjalanan.
Presiden juga mengajak seluruh jajaran kabinet untuk merayakan Idulfitri dengan sikap sederhana dan tidak berlebihan.
Kehadiran Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam Sidang Kabinet Paripurna tersebut menjadi bagian dari koordinasi pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional serta memastikan berbagai kebijakan strategis dapat berjalan dengan baik. (Red/Rel).
Sumber: BPMI Setpres.

