Suhu Arafah Tembus 47 Derajat, Jemaah Haji Wajib Waspada Sengatan Panas

Arab Saudi, Redaksisatu.Id.batubara — Suhu Arafah yang sangat ekstrem kini membayangi ratusan ribu jemaah haji yang sedang bersiap untuk melaksanakan ibadah wukuf di Padang Arafah. Berdasarkan informasi cuaca, tingkat suhu udara di wilayah tersebut diperkirakan melonjak hingga menyentuh angka 47 derajat Celsius. Kondisi lingkungan yang gersang dan kering bahkan bisa membuat hawa panas yang dirasakan oleh tubuh terasa lebih menyengat, yakni berkisar antara 48 hingga 49 derajat Celsius.

Kondisi kelembapan udara di sekitar kawasan Padang Arafah juga dilaporkan mengalami penurunan yang cukup drastis. Berdasarkan data prakiraan resmi dari National Center for Meteorology, tingkat kelembapan di area tersebut merosot hingga menyisakan sekitar 28 persen saja. Keadaan alam yang kering disertai sengatan matahari terik ini otomatis memperbesar risiko para jemaah terkena serangan heatstroke atau sengatan panas yang berbahaya bagi keselamatan jiwa.

Antisipasi terhadap ancaman kesehatan akibat cuaca buruk ini pun langsung direspons oleh tim medis. Anggota tim dokter PPIH Arab Saudi, Muhammad Fathi Banna Al Faruqi, mengeluarkan imbauan tegas agar para jemaah haji segera melakukan tindakan pendinginan suhu tubuh secara mandiri. Langkah darurat ini harus cepat dilakukan apabila jemaah sudah mulai merasakan tanda-tanda kelelahan fisik akibat paparan hawa panas yang berlebihan.

Pertolongan pertama untuk mengatasi gejala kelelahan panas tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan media kain. Dokter menyarankan jemaah untuk membasahi handuk atau kain bersih dengan air, kemudian menempelkannya langsung pada bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah besar. Area-area tubuh yang dimaksud meliputi bagian belakang leher, ketiak, serta area lipatan paha agar suhu badan bisa segera turun.

Upaya menjaga ketahanan fisik lainnya yang tidak kalah penting adalah dengan mengatur pola konsumsi air. Seluruh jemaah haji sangat diminta untuk terus menjaga kecukupan kadar cairan di dalam tubuh mereka dengan cara meminum air secara rutin dan berkala. Selain itu, warga yang sedang beribadah juga dilarang melakukan berbagai macam kegiatan di luar ruangan yang sekiranya bisa memicu paparan panas matahari secara berlebih.

Pihak otoritas Pemerintah Arab Saudi bersama dengan seluruh jemaah petugas kesehatan di lapangan terus bergerak aktif memberikan peringatan dini. Mereka berkomitmen untuk tiada hentinya mengingatkan para jemaah agar selalu memantau kondisi kesehatan fisik masing-masing serta disiplin dalam menerapkan aturan protokol kesehatan. Langkah ini diambil demi menghindari dampak buruk dari serangan cuaca ekstrem selama masa puncak rangkaian ibadah haji berlangsung. (Red/Rel).

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news