Terobosan Nyata, Budi Sumalim Serap Puluhan Aspirasi Warga Sergai Lewat Reses DPRD Sumut

Sergai, Redaksisatu.Id.batubara — Terobosan nyata dalam menjaring seluruh persoalan pembangunan di tingkat tapak terus digelorakan oleh wakil rakyat dari tingkat provinsi. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh suara dan keluhan warga mendapatkan perhatian serius dari dinas terkait.
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Budi Sumalim SE menggelar agenda penyerapan aspirasi secara mendalam. Ratusan warga tampak memadati lokasi pertemuan untuk menyampaikan secara langsung rincian permasalahan di wilayah mereka.
Pertemuan tatap muka bersama masyarakat pesisir dan petani ini diselenggarakan pada Senin, 21 September 2026. Rangkaian acara dipusatkan di kawasan wisata Pantai Bali Lestari, Desa Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam kerangka Reses 1 Masa Sidang III Tahun Anggaran 2026-2027. Budi Sumalim yang berasal dari Fraksi Partai Gerindra hadir untuk mendengarkan langsung seluruh rincian laporan warga.
Politisi ini menegaskan bahwa agenda reses bertujuan untuk menyerap seluruh aspirasi pembangunan dari bawah. Seluruh masukan warga akan diteruskan dan dikoordinasikan secara langsung kepada dinas-dinas teknis di Pemkab Sergai.
Guna menghadirkan solusi yang cepat dan tepat, Budi Sumalim sengaja menggandeng jajaran instansi lintas sektoral ke lokasi reses. Kehadiran para pejabat dinas teknis diharapkan sanggup menjawab secara rinci setiap pertanyaan warga.
Pihak yang dihadirkan di antaranya perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUTR Kabupaten Sergai. Jajaran Dinas Kesehatan serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sergai turut merapatkan barisan.
Unsur pimpinan dari Balai Wilayah Sungai atau BWS Sumatera II ikut diturunkan ke lokasi acara. Petugas dari UPT Pertanian Sumatera Utara hadir mendampingi untuk mendengarkan langsung masalah irigasi dan lahan.
Budi Sumalim menegaskan bahwa kolaborasi bersama instansi terkait bertujuan untuk mempercepat pencarian jalan keluar. Setiap permasalahan yang disampaikan masyarakat diupayakan agar dapat segera terealisasi dalam waktu dekat.
Dalam sesi penyampaian aspirasi, Salman selaku warga Desa Arah Payung Kecamatan Pantai Cermin menyampaikan keluhannya secara terbuka. Salman menyoroti kondisi infrastruktur jalan di Dusun 2 dan Dusun 8 yang dinilai sangat memprihatinkan.

warga

Akses jalan di wilayah pemukiman tersebut hingga kini dinilai belum menyentuh perhatian pembenahan dari Pemkab Sergai. Warga berharap agar perbaikan badan jalan dapat segera dimasukkan dalam pos anggaran perbaikan.
Suara aspirasi senada diletupkan oleh Juli yang datang mewakili warga Desa Sei Nagalawan Kecamatan Perbaungan. Wanita yang tergabung dalam Kelompok Perempuan Pesisir Indonesia atau KPPI ini menyoroti jaminan perlindungan bagi nelayan.
Juli mengeluhkan masih minimnya cakupan kepemilikan BPJS Ketenagakerjaan bagi kalangan nelayan lokal. Ia mempertanyakan mekanisme pendaftaran program BPJS Ketenagakerjaan gratis maupun yang berskema iuran mandiri.
Kelompok perempuan pesisir juga menyuarakan kebutuhan mendesak akan bantuan peralatan teknologi penerima sinyal satelit berupa GPS Laut. Peralatan navigasi ini sangat dibutuhkan oleh para nelayan saat mencari ikan di tengah laut.
KPPI turut mengajukan permohonan pelaksanaan program pelatihan keterampilan khusus bagi anggota Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia. Warga berharap seluruh usulan ini dapat direalisasikan oleh jajaran pemerintah daerah.
Sektor pencarian hasil laut tradisional turut disuarakan oleh Ibu Nurul Arfah yang sehari-hari bekerja mencari kerang di Pantai Cermin. Nurul mengeluhkan kendala minimnya peralatan penerangan saat mereka harus turun bekerja di malam hari.
Nurul bersama 19 orang perempuan pencari kerang lainnya mengajukan permohonan bantuan alat penerangan berupa senter. Alat bantu ini sangat vital untuk menunjang keamanan serta kelancaran kerja mereka di area lumpur pantai.
Nurul dan rekan-rekannya juga meminta kejelasan mengenai prosedur pengurusan program kepesertaan BPJS gratis. Informasi yang transparan sangat dibutuhkan agar warga kurang mampu dapat terjangkau jaminan sosial.
Sementara itu, Muhammad Siddik warga Desa Pulau Tagor Kecamatan Serbajadi mengungkapkan kegelisahan mendalam terkait sektor pertanian. Wilayah tempat tinggalnya saat ini menjadi lokasi berdirinya fasilitas bendungan irigasi raksasa.
Fasilitas irigasi berskala besar tersebut berfungsi mengalirkan pasokan air ke wilayah Kabupaten Serdang Bedagai dan Deli Serdang. Namun dampak positif keberadaan bendungan megah itu justru tidak dirasakan oleh petani Desa Pulau Tagor.
Siddik membeberkan fakta bahwa warga tani di desanya sudah hampir 10 musim tanam tidak bisa bercocok tanam padi. Para petani mengalamai kesulitan hebat untuk mendapatkan pasokan air guna mengaliri lahan sawah mereka.
Masalah krisis air di sekitar bendungan raksasa ini diharapkan mendapatkan perhatian serius dari Dinas Pertanian. Pihak dinas dituntut segera menyusun rekayasa pembagian air agar sawah warga dapat kembali teraliri.
Menyahuti deretan keluhan tersebut, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Sergai Maslina Ritia Sagala memberikan penjelasan langsung. Nelayan yang belum memiliki BPJS Ketenagakerjaan diimbau segera mengajukan usulan ke dinas.
Maslina menegaskan bahwa prosedur permohonan bantuan GPS Laut juga dapat diproses secara resmi. Para kelompok nelayan diminta untuk segera menyusun dan menyerahkan berkas proposal ke kantor dinas.
Perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sergai turut memberikan clarification terperinci mengenai aturan kepesertaan BPJS. Pihaknya menegaskan bahwa dalam sistem aturan sebenarnya tidak ada istilah BPJS gratis secara mutlak.
Program jaminan kesehatan pemerintah terbagi menjadi dua kategori utama, yakni Penerima Bantuan Iuran atau PBI dan Mandiri. Bagi warga kurang mampu, kepesertaan skema PBI dapat diusulkan melalui Dinas Kesehatan.
Pengusulan BPJS PBI wajib melampirkan dokumen Surat Keterangan Tidak Mampu atau SKTM yang dikeluarkan Dinas Sosial. Prosedur ini harus dilalui agar data kepesertaan dapat diverifikasi oleh sistem.
Dinas Kesehatan menegaskan bahwa warga Sergai yang membutuhkan pengobatan dapat langsung mengakses layanan kesehatan. Masyarakat dapat berobat ke fasilitas kesehatan yang telah menjalin kerja sama resmi dengan pihak BPJS.
Masyarakat yang memiliki tunggakan iuran maupun warga yang belum terdaftar BPJS tetap bisa mendapatkan penanganan medis. Petanggung jawab atau PIC rumah sakit akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan melalui program UHC.
Layanan berobat gratis melalui program Universal Health Coverage atau UHC ini masih terus dibuka untuk warga. Kuota alokasi program UHC untuk masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai hingga saat ini masih tersedia.
Mengenai keluhan perbaikan infrastruktur jalan dari Desa Kuala Lama menuju Desa Arah Payung, perwakilan Dinas PUTR Sergai Karim memberikan kepastian. Pihak dinas menjadwalkan perbaikan jalan akan mulai direalisasikan pada Oktober 2026.
Pekerjaan pengerjaan fisik jalan untuk wilayah Desa Arah Payung dipastikan akan berlanjut pada tahun depan. Pemerintah daerah berjanji menyelesaikan pembenahan infrastruktur jalan tersebut secara bertahap. (Rasum).

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news