Morotai l Redaksisatu.Id.batubara
TNI Angkatan Udara dan Royal Australian Air Force (RAAF) mengasah kemampuan airdrop dan medical evacuation (medevac) dalam latihan Rajawali Ausindo 2025 di Morotai, Kamis (6/11/2025).
Skenario latihan menggambarkan terjadinya letusan gunung berapi di Halmahera Utara yang menyebabkan akses logistik terputus. Untuk mendukung misi kemanusiaan tersebut, pesawat C-130J dari Skadron Udara 31 TNI AU dan 37 Squadron RAAF terlebih dahulu mengirimkan logistik melalui metode airdrop.

Sebanyak 10 bundle CDS dan LCADS dijatuhkan tepat di zona yang telah ditentukan, dengan pemanduan personel Dalpur Denmatra I Korpasgat. Kehadiran tim Dalpur memastikan akurasi penyaluran bantuan sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh para korban bencana.
Menindaklanjuti tingginya jumlah korban luka serta keterbatasan fasilitas kesehatan di Morotai, Incident Commander mengeluarkan Air Tasking Order (ATO) untuk pelaksanaan evakuasi medis udara (Medevac). Dengan metode Engine Running Onload, TNI AU dan RAAF memindahkan pasien ke Manado agar mendapatkan pelayanan medis yang lebih lengkap dan cepat.

Latihan bersama tersebut dirancang untuk meningkatkan kompleksitas operasi sekaligus mempererat kolaborasi seluruh unsur, mulai dari aircrew, satuan pangkalan di Lanud Sam Ratulangi dan Lanud Leo Wattimena, personel Dalpur, hingga tim kesehatan. Sinergi ini diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan kesiapan TNI AU serta RAAF dalam menghadapi berbagai tantangan operasi HADR di masa mendatang. (Red/Rel).
Sumber: Puspen TNI.

