Jembatan Aramco Tukka Rampung 100 Persen, Akses Warga Kembali Lancar

Tapanuli Tengah, Redaksisatu.id.batubara — Jembatan Aramco Tukka kini telah rampung dan kembali dapat digunakan masyarakat. Pembangunan ulang jembatan titik ke-3 di Sungai Sigiring-giring, Lingkungan IV Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, selesai pada Selasa (31/03/2026).

Jembatan Aramco Tukka dibangun kembali setelah jembatan beton sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat banjir susulan. Kondisi tersebut sempat menghambat aktivitas warga di wilayah tersebut.

Pembangunan jembatan ini dilakukan oleh personel gabungan dari Kodim 0211/TT, Yon TP 908/GD, serta Denzibang 4/1 Sibolga. Seluruh tim bekerja secara terpadu di lapangan untuk mempercepat penyelesaian proyek.

aramco

Dalam prosesnya, pembangunan Jembatan Aramco Tukka didukung berbagai peralatan, seperti excavator, angkong, cangkul, sekop, ember, hingga alat bantu lainnya. Penggunaan peralatan ini bertujuan mempercepat pekerjaan konstruksi.

Pekerjaan dilakukan secara bertahap dan sistematis. Dimulai dari pembuatan fondasi dan dudukan, dilanjutkan dengan perakitan pelat Armco, hingga pemasangan struktur pada pondasi.

Selanjutnya dilakukan pengecoran box jembatan, pengecatan pagar dan struktur, pengacian bagian box serta handrail, hingga penimbunan dan perapian badan jembatan sebagai tahap akhir.

aramco

Jembatan Aramco Tukka kini telah mencapai progres 100 persen, termasuk proses penimbunan yang sudah selesai sepenuhnya. Saat ini, jembatan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kapendam I/BB, Asrul Kurniawan Harahap, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan ini dilakukan sebagai respons atas kerusakan akibat banjir.

Ia menegaskan bahwa selesainya jembatan ini diharapkan dapat memulihkan mobilitas masyarakat serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi warga di sekitar lokasi.

Dengan berfungsinya kembali Jembatan Aramco Tukka, masyarakat kini dapat beraktivitas lebih mudah dan aman tanpa hambatan akses. (Red/Rel).

Sumber: Pendam I/BB.

Trending Topic

Etnografi Reflektif

Etnografi Budaya Hewan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

[democracy id="2"]

Related news