Batubara — Kurang tidur saat puasa Ramadhan menjadi masalah yang sering dialami banyak orang. Perubahan jadwal makan dan ibadah membuat waktu istirahat berkurang. Padahal, kualitas tidur sangat menentukan kondisi fisik dan mental selama menjalankan puasa.
Ahli panjang umur berbasis di Dubai, Elie Abirached, menjelaskan bahwa jadwal tidur yang tidak teratur saat Ramadhan dapat mengganggu fase tidur penting seperti REM dan deep sleep. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berdampak pada energi, fokus, hingga keseimbangan hormon.

Agar tubuh tetap sehat selama Ramadan, berikut 5 strategi efektif mengoptimalkan tidur:
1. Tidur Utama Setelah Tarawih (4–5 Jam Tanpa Gangguan)
Jadikan waktu setelah salat tarawih sebagai tidur inti. Usahakan tidur selama 4–5 jam penuh tanpa terbangun. Hindari penggunaan ponsel sebelum tidur agar kualitas istirahat lebih baik.
2. Tambahan Tidur Setelah Sahur atau Subuh
Jika memungkinkan, tambahkan 30–60 menit tidur setelah sahur atau salat subuh. Waktu ini membantu mengganti jam tidur yang terpotong.
3. Tidur Siang 60–90 Menit
Tidur siang membantu tubuh memulihkan energi. Durasi ideal sekitar 60–90 menit agar tubuh sempat masuk fase tidur yang lebih dalam dan terasa segar saat bangun.
4. Power Nap 15–20 Menit
Jika jadwal padat, lakukan tidur singkat 15–20 menit. Power nap efektif meningkatkan fokus dan energi tanpa membuat tubuh terasa lemas setelah bangun.
5. Atur Pola Makan dan Hindari Makan Berat Menjelang Tidur
Hindari makan berlebihan atau terlalu dekat dengan waktu tidur. Proses pencernaan yang masih aktif dapat mengganggu kualitas istirahat dan mengurangi fase tidur pemulihan.
Dengan menerapkan lima strategi ini, kebutuhan tidur tetap terpenuhi meski jadwal Ramadhan berubah. Menjaga kualitas tidur sama pentingnya dengan menjaga asupan nutrisi selama puasa.

