Jakarta, Redaksisatu.Id.batubara — Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar kegiatan Tim Tanggap Insiden Siber sebagai langkah memperkuat keamanan digital di sektor keuangan. Kegiatan ini berlangsung di Kantor BSSN Jakarta, Kamis (09/04/2026).
BSSN melalui Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata menghadirkan berbagai tim CSIRT (Computer Security Incident Response Team) dari sejumlah lembaga. Peserta yang terlibat antara lain Aset Kripto Internasional-CSIRT, BPD DIY-CSIRT, CSIRT-CTBCI, KBBS-CSIRT, DEX-CSIRT, LAHAN SIKAM-CSIRT, serta BCA-CSIRT.
BSSN menegaskan pentingnya kolaborasi dalam kegiatan ini untuk menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks. Kegiatan dibuka langsung oleh Direktur Keamanan Siber dan Sandi Keuangan, Perdagangan, dan Pariwisata, Dr. Edit Prima.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa sinergi antar CSIRT menjadi kunci dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat respons terhadap insiden siber, terutama di sektor keuangan yang memiliki risiko tinggi.
Kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik terbaik antar peserta. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penguatan sistem deteksi dan manajemen risiko siber turut menjadi fokus utama.

Melalui kolaborasi yang terbangun, BSSN berharap penanganan insiden siber dapat berjalan lebih efektif. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem digital nasional.
BSSN juga menegaskan bahwa kerja sama lintas lembaga merupakan fondasi utama dalam menciptakan ruang siber Indonesia yang aman dan andal di tengah perkembangan teknologi yang terus meningkat. (Red/Rel).
Sumber: BSSN RI.

