Jakarta, Redaksisatu.Id.batubara — Harga BBM dipastikan tidak naik di tengah kekhawatiran gejolak ekonomi global. Pemerintah menegaskan anggaran negara tetap stabil dan siap menghadapi tekanan akibat konflik internasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah terus menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tetap berkelanjutan. Bahkan, pemerintah masih memiliki ruang fiskal untuk memberikan bantalan terhadap guncangan ekonomi dunia.
Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers virtual, Selasa (31/3), di tengah kekhawatiran kenaikan harga energi akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Menurut Purbaya, kondisi anggaran saat ini masih terkendali, termasuk dari sisi defisit. Perhitungan fiskal telah disusun dengan mempertimbangkan rata-rata nilai tukar dolar hingga akhir tahun.
Ia juga menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi APBN. Pemerintah disebut telah mengendalikan seluruh perhitungan dengan baik.
“Kami pastikan defisit tetap terkendali dan anggaran tidak akan berantakan. Semua sudah dihitung hingga akhir tahun,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM, khususnya jenis subsidi seperti Pertalite, tidak mengalami kenaikan.
Kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah memutuskan harga BBM subsidi tetap atau tidak mengalami perubahan.
“Untuk BBM subsidi tidak ada penyesuaian, artinya tetap,” kata Bahlil dalam konferensi pers yang sama.
Untuk BBM non-subsidi seperti Pertamax, pemerintah bersama Pertamina dan operator SPBU swasta masih melakukan pembahasan. Hingga saat ini, belum ada keputusan terkait penyesuaian harga.
Bahlil menegaskan bahwa harga BBM non-subsidi juga masih tetap dan belum mengalami perubahan. Ia meminta masyarakat menunggu informasi resmi dari pemerintah.
“Kami masih bahas. Jadi untuk saat ini belum ada penyesuaian harga,” ujarnya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Stabilitas informasi dinilai penting untuk menjaga kondisi ekonomi tetap kondusif.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga serta dampak gejolak global dapat diminimalkan. (Red/Rel).

