Pakpak Bharat, Redaksisatu.Id.batubara — Hari Jadi Desa Siempat Rube II ke-90 di Kecamatan Siempat Rube, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, berlangsung meriah dan sarat makna budaya pada 9 April 2026. Perayaan ini dihadiri langsung oleh Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor.
Hari Jadi Siempat Rube II ke-90 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memperkuat nilai adat dan kebersamaan. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Franc Bernhard Tumanggor turut memotong kue ulang tahun sebagai simbol rasa syukur sekaligus menyampaikan doa dan harapan untuk kemajuan desa.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Desa Siempat Rube II. Ia berharap desa tersebut terus berkembang menjadi wilayah yang maju, masyarakatnya sejahtera, dan tata pemerintahan berjalan dengan baik.

Perayaan Hari Jadi Siempat Rube II ke-90 juga diisi dengan pelaksanaan tradisi adat “Pesadaken Tuptup”. Tradisi ini menjadi simbol pemersatu berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemangku adat Sulang Silima, pemerintah desa, hingga warga setempat.
Kegiatan adat tersebut juga ditandai dengan penyembelihan satu ekor kerbau sebagai bagian dari prosesi budaya. Selain sebagai konsumsi bersama, penyembelihan hewan ternak seperti kerbau, babi, kambing, dan ayam merupakan bentuk penghormatan kepada para tamu undangan sesuai dengan tatanan adat Pakpak.
Melalui prosesi ini, masyarakat tidak hanya merayakan hari jadi desa, tetapi juga mendapatkan edukasi tentang tata cara pelaksanaan adat “persulangen” dalam budaya Pakpak yang diwariskan secara turun-temurun.

Kepala Desa Siempat Rube II, Drs. Alparet Padang, menyampaikan bahwa perayaan ini menjadi wujud nyata komitmen masyarakat dalam menjaga nilai-nilai budaya. Ia menegaskan bahwa adat dan budaya merupakan fondasi penting dalam kehidupan sosial masyarakat.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus memperkuat harmoni, kebersamaan, dan kemakmuran masyarakat, baik di Desa Siempat Rube II maupun di Kabupaten Pakpak Bharat secara keseluruhan.
Perayaan Hari Jadi Siempat Rube II ke-90 ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya lokal tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat, sekaligus menjadi identitas kuat yang terus dijaga. (Win).
Sumber: Dinas Kominfo Kabupaten Pakpak Bharat.

