Dairi, Redaksisatu.Id.batubara — jalan rusak di Desa Dolok Tolong, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi akhirnya diperbaiki warga secara swadaya setelah puluhan tahun tidak tersentuh pembangunan. Aksi ini menjadi solusi nyata untuk mengatasi akses utama yang selama ini rusak parah dan membahayakan.
Jalan rusak Dairi ini merupakan jalur utama keluar-masuk desa yang menghubungkan Dolok Tolong dengan Tanjung Beringin. Kondisinya yang berlubang dan rusak berat membuat aktivitas warga terganggu, termasuk anak-anak sekolah yang setiap hari melintas.
Ketua panitia swadaya, Hendra Sihotang, menjelaskan bahwa sekitar 497 kepala keluarga (KK) sepakat melakukan perbaikan secara mandiri setelah bermusyawarah dengan pemerintah desa. Langkah ini diambil karena kondisi jalan dinilai sudah tidak layak dan berisiko bagi keselamatan.
Untuk mendukung perbaikan, warga memberikan iuran minimal Rp30 ribu per KK. Tidak sedikit warga yang menyumbang lebih besar hingga Rp2 juta, bahkan ada yang menyumbang material seperti sirtu menggunakan truk. Dukungan juga datang dari luar desa, termasuk dari Pemerintah Kabupaten Dairi.
Perbaikan jalan dilakukan menggunakan metode pengaspalan lapisan penetrasi atau lapen. Pengerjaan telah berlangsung sekitar dua minggu dengan progres pengaspalan sepanjang kurang lebih 120 meter dan lebar 3 meter.
Selain itu, perbaikan juga mencakup penambalan jalan berlubang dengan menggunakan sekitar 25 truk material setiap harinya. Total dana swadaya yang berhasil dikumpulkan warga mencapai sekitar Rp40 juta.
Kepala Desa Dolok Tolong, Hebron Pintubatu, menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan jalan kabupaten. Namun karena keterbatasan anggaran pemerintah dan kondisi yang semakin memburuk, warga akhirnya mengambil inisiatif untuk memperbaikinya secara mandiri.
Ia berharap perbaikan ini dapat memperlancar aktivitas masyarakat, terutama dalam mendukung transportasi hasil pertanian yang selama ini terkendala akibat jalan rusak.
Aksi gotong royong ini menjadi bukti kuat kepedulian warga dalam membangun desa, sekaligus solusi cepat untuk menghadapi keterbatasan pembangunan infrastruktur. (Win).

